Dalam Waktu Dekat, Dinsos P3A Sumenep Akan Mencairkan BLT DBHCHT Rp. 8,3 Miliar Kepada Masyarakat

Foto : Kepala Dinas Sosial P3A Sumenep Achmad Dzulkarnain
1761
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep - Melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengalokasikan angaran bantuan langsung tunai (BLT) dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2022, sebesar Rp. 8,3 Miliar.

BLT tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang layak dan memenuhi kreteria.

Kepala Dinsos P3A Sumenep Achmad Dzulkarnain mengatakan, jika jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) tahun ini, mengalami peningkatan dari tahun sebelum.

Untuk tahun 2021 jumlah pemerima sebanyak 7.000 KPM. Sedangkan untuk tahun 2022 pengalami peningkatan sekiatar 2.000 KPM.

"Kalau tahun kemaren jumlah penerimanya sekitar 7.000, untuk tahun ini diperkirakan mencapai 9.000 KPM," kata Achmad Dzulkarnain, Jum'at (23/09/2022).

Menurutnya, penambahan kouta penerima BLT DBHCHT tahun ini baru selesaikan di musyawarkan di tingkat kabupaten.

Dan berapapun kouta yang disepakati dalam musyawarah tersebut akan disampaikan ke publik.

Saat ini pihaknya masih menunggu pengajuan calon KPM dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) maupun dari desa, serta akan dilakukan krefikasi dan palidasi kelapangan.

Bahkan pihaknya berjanji akan terus akan pengawal calon KPM BLT DBHCHT agar tidak menerima double bantuan.

"Verifikasi dan falidasi data, akan kami kawal agar tidak ada penerima yang double," terangnya.

Sedangkan untuk kreteria calon perima, merupakan buruh pabrik rokok, dan petani tembakau.

Sementara pemberian BLT DBHCHT lebih ditekankan pada buruh tani, bukan petaninya. Sedangkan buruh pabrik rokok diberikan kepada mereka yang perusahaannya legal.

"Bantuan itu hanya diberikan kepada buruh taninya saja, dan buruh pabrik rokok," papar Zulkarnain.

Ia menambahkan untuk nominal perima BLT DBHCHT Rp. 900.000 per KPM. Dari segi nominal memang turun dari tahun sebelumnya. Namun dari jumlah KPM tahun ini justru lebih banyak.

"Nominal bantuannya turun tapi jumlah KPM tahun ini lebih banyak, agar ada pemerataan KPM," pungkasnya.

Penulis      :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep memperpanjang masa penahanan Kepala Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Imrah, selama...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan penangkapan seorang warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terkait kasus narkoba menjadi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Seorang pria berinisial I, warga Dusun Blumbang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa...

MEMOonline.co.id. Jember- Sebuah video kecelakaan antara kereta api dan sepeda motor di Kabupaten Jember viral di grup WhatsApp, Rabu (13/5/2026)...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengintensifkan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar...

Komentar