Membanggakan, Petani Tambelang Bekasi Panen Padi 8 Ton Per Hektare

Bupati Bekasi Ikut Hadir Saat Panen Raya Di Lahan pertanian Desa Sukamantri, Tambelang, Selasa (10/4/2018).
1203
ad

MEMOonline.co.id, Bekasi - Tambelang-Kelompok Tani (Poktan) Mantri 2 hari ini melakukan panen raya di areal persawahan Kampung Tenjolaut, Desa Sukamantri, Tambelang, Selasa (3/4/2018).

Bupati Bekasi Neneng Yasin menjelaskan, rata-rata petani dapat memanen 8 ton dalam 1 hektare. Menurut Neneng itu pencapaian yang luar biasa.

“Tahun kemaren pertanian mereka gagal oleh hama wereng. Sekarang bisa panen 8 ton per hektare itu sangat bagus dan luar biasa,” jelasnya.

Neneng berharap, kedepannya biaya tanam pertanian bisa lebih murah dengan kualitas padi yang lebih sehat begitu juga kualitas kesuburan tanahnya.

“Keluhan sekarang adalah masalah saluran air, karena banyak saluran yang dangkal. Kita kerja sama dengan Kadis Pertanian untuk masukkan permasalahan itu di Musrenbang 2019,” paparnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Abdullah Karim menjelaskan bahwa target hasil panen di Kabupaten Bekasi mencapai 5.000 ton pada 2017.

“Kalau tahun depan target kita 5.345 ton dengan luas lahan yang akan ditanam 91.942 hektare per tahun,” ungkap Karim.

Abdullah Karim mengakui sebenarnya tidak ada masalah mengenai irigasi di wilayah Kabupaten Bekasi.

Karim juga menjelaskan secara rinci, bahwa ada hal pokok yang perlu diperhatikan yakni  4 golongan pengairan yang dilabeli dengan angka 1 sampai 4.

Permasalahan air muncul ketika air golongan 1 dialirkan, sejumlah areal persawahan belum mulai menanam padi sehingga air yang ada terbuang cuma-cuma.

“Jadi ketika giliran air golongan 2 sudah mulai dialirkan, areal persawahan dengan pengairan golongan 1 baru mulai menanam.

Ada ketidak sinkronkan antara ketersediaan air dengan waktu tanam. Kedepannya kita menanam padi harus disesuaikan dan tepat waktu,” tegas Karim.

Setiap tahun, lanjut Karim, Kabupaten Bekasi mendapat aliran air sebanyak 8.000 kubik dari Waduk Jatiluhur, tidak kurang dan tidak lebih.

“Jatahnya sudah segitu setiap tahun. Jadi persoalan utama memang bukan air saja tetapi karena masa tanam yang tidak disesuaikan,” pungkasnya. (Bam/ Diens).

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar