Foto: jembatan ambruk pragaan
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupayen Sumenep, Madura, Jawa Timur, "> - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupayen Sumenep, Madura, Jawa Timur, "> - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupayen Sumenep, Madura, Jawa Timur, "> - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupayen Sumenep, Madura, Jawa Timur, ">
Foto: jembatan ambruk pragaan
MEMOonline.co.id, Sumenep- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupayen Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengganti jembatan ambruk di Desa Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan, jembatan bambu, Rabu (14/3/2014).
"Untuk sementara kami buat jembatan bambu sebagai jembatan alternatif," kata Kepala BPBD Sumenep, R Abd Rahman Riadi.
Menurutnya, setelah dilakukan survei ambruknya jembatan tersebut murni karena tidak kuat diterjang banjir. Sehingga murni karena bencana alam.
Apalagi jembatan tersebut merupakan akses utama dari Desa Jaddung menuju Desa Sentol Laok harus mencari jalan lain apabila hendak menuju jalan nasional. Selain itu, juga sebagai akses utama bagi siswa setiap hari.
"Saat ini bahannya sudah kami datangkan ke lokasi," jelasnya.
Jembatan dengan panjang sekitar 12 meter dengan kedalaman 8 meter ke dasar sungai sudah lama dibangun.
Sementara untuk perbaikan jembatan sepanjang 12 meter dengan kedalaman 8 meter ke dasar sungai itu sambung Rahman, masih menunggu Bupati.
Saat ini Busyro Karim sedang dalam pembahasan rencana pembangunan daerah dan akan melakukan kunjungan ke Pagerungan.
"Nanti kalau Bupati sudah datang dari Pagerungan, kami akan konsultasi untuk permohonan belanja tak terduga. Karena sifatnya itu kan darurat, jadi untuk sementara memakai itu," tukasnya.
Sebelumnya, jembatan di Desa Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan itu ambruk pada Selasa, 13 Maret 2018 sekira pukul 18.30 Wib. Jembatan tersebut ambruk diduga karena tidak kuat menahan derasnya arus sungai. (Ita/diens)