Aktivitas Tambak Udang Cemari Lingkungan, DLH Sumenep Memilih Bungkam

Foto: PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumenep Ernawan Utomo
1464
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Baru-baru ini publik Kabupaten Sumenep diramaikan dengan kasus pencemaran lingkungan di pantai Lombang. Diduga, pencemaran lingkungan itu akibat keberadaan tambak udang.

Bahkan, video-video pencemaran lingkungan tersebut telah tersebar luas di berbagai media sosial (Medsos), seperti Instagram maupun Facebook.

Tak ayal, peristiwa pencemaran itu menuai banyak kritikan keresahan publik. Bagaimana tidak, di Vidio yang berdurasi sekitar 1 menit 10 detik itu diperlihatkan, kondisi pantai Lombang yang asri justru dipenuhi limbah tambak yang membusa dan kebiru-biruan.

Vidio yang di unggah di akun Instagram @wearesumenep itu telah dilihat sekitar 2.004 tayangan dan 147 komentar. Sementara di akun Instagram yang lain yakni @sumenepsuperhits Vidio itu tayang sebanyak 5.281 kali.

Salah seorang pemilik akun Instagram @Nelya_nba berkomentar, sebagai penduduk Desa Lombang Kecamatan Batang-Batang pihaknya merasa turut prihatin akibat kondisi pencemaran lingkungan itu.

Kata dia, melihat fenomena alam yang tercemar itu sangat sedih dan miris. Namun dirinya tidak dapat berbuat apa-apa. Sebab tidak bisa menghentikan aktivitas usaha petambak yang juga mencari nafkah.

"Saya tidak bisa berbuat apa-apa selain berdoa, semoga Allah selalu melindungi penduduk Lombang Sumenep dan seluruh rakyat Indonesia dari mara bahaya," ucap dia dalam komentarnya.

Hal senada juga diungkapkan pemilik akun @inta_meonk.

"Sudah lama ditutup kok malah jadi gitu, pantai kesayangan," tulisnya di kolom komentar dengan emoticon nangis.

Disisi lain, yakni di Facebook, Vidio yang diunggah pada 27 Oktober 2020 oleh akun @Jelajah Sumenep itu telah ditonton sekitar 149 ribu kali dan telah dibagikan sebanyak 58 kali.

Beragam komentar penyesalan dan perasaan khawatir juga tersemat di kolom komentar akun tersebut. Bahkan banyak yang meminta agar aktivitas tambak udang itu segera ditutup.

"Harus ada ketegasan dari pemerintah setempat," ucap pemilik akun Facebook bernama Fadjar Isman.

Ironisnya, fenomena pencemaran lingkungan yang melanda pantai pesisir utara Kota keris itu tidak ada respon dari pemerintah daerah (Pemda) setempat.

Mirisnya, pelaksana tugas (PLT) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait limbah tambak udang yang mencemari destinasi wisata populer di ujung timur pulau Madura itu.

"Saya No Coment dulu, karena uji lab. Masih dalam proses kajian," tandasnya melalui saluran telepon. Selasa. (3/11/20). (Zai/red)

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa kembali menggema di Kabupaten Sumenep. Sebanyak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Caffe SAE di Mapolres Batu menjadi tempat pertemuan santai antara Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin dan awak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 sebagai...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep,...

Komentar