Aksi Pengeroyokan Wartawan Didepan Mapolsek Gapura Diduga Sengaja Dibiarkan, Cek Fakta Video yang Beredar

Foto: Dalam lingkaran, Kholik wartawan yg menjadi korban pengeroyokan
1634
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Penganiayaan terhadap salah seorang wartawan media lokal di depan kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Gapura pada Senin (17/8/20) lalu diduga sengaja dibiarkan. Pasalnya, meski peristiwa pengeroyokan itu terjadi di depan kantor polisi, aparat keamanan Polsek setempat tidak dapat melakukan apa-apa.

Demikian disampaikan oleh Kholiq (35) korban pengeroyokan. Minggu (23/8/20).

Pria berambut gondrong itu mengutarakan, sebelum terjadi aksi pengeroyokan, petugas Polsek dan Koramil ada dilokasi. Bahkan, salah satu petugas Polsek Gapura sempat menyuruh korban untuk memindahkan mobil yang disebut menghadang jalan untuk masuk ke lokasi proyek PT. Garam Persero Kalianget.

“Waktu saya cekcok sama Sunar (Kades Paloloan) saat itu anggota Polsek juga ada di lokasi, namun anggota itu tidak berseragam polisi," ujarnya.

Kholiq menuturkan, usai cekcok mulut, selang beberapa menit kemudian salah satu anggota polsek Gapura juga menghampiri dirinya dan meminta agar memindahkan mobil yang disebut menghalangi aktifitas sopir pengangkut material milik PT garam.

Bahkan, dilokasi penutupan jalan juga ada petugas kepolisian yang berseragam lengkap. Beberapa menit berselang, anggota  koramil Gapura juga datang kelokasi. 

"Saat itu massa warga Pololoan masih sedikit yang ada dilokasi," tuturnya.

Tak butuh waktu lama, beberapa menit berikutnya tiba-tiba dari arah barat datanglah rombongan warga Desa Paloloan dengan menggunakan sepeda motor lalu menggabungkan diri ke dalam massa sebelumnya yang sudah berada di lokasi lebih awal. Massa itu berkumpul di depan SDN Gapura Barat 1.

“Nah, waktu itulah terjadi pengeroyokan terhadap saya. Padahal petugas Polsek Gapura saat itu juga ada dilokasi," keluhnya.

Ironisnya, saat meminta keterangan terhadap Kapolsek Gapura terkait pengamanan dalam peristiwa penganiayaan wartawan tersebut, AKP Irianto enggan berkomentar banyak, ia justru mengatakan tidak memihak siapapun.

"Waktu kejadian, di Polsek Gapura hanya ada beberapa orang, yang piket hanya 3 orang ditambah pak Darsono," ucap AKP Irianto melalui pesan singkat via WhatsApp. (Zai/red)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai publikasi pemerintah kini tidak lagi sekadar pelengkap aktivitas birokrasi, tetapi...

MEMOonline.co.id. Jember- Kecelakaan terjadi di Jalan Ahmad Yani NO 130 tepatnya di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari kebupaten Jember melibatkan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

Komentar