Foto: Dinas Pertanian survei lahan bawang
Foto: Dinas Pertanian survei lahan bawang
MEMOonline.co.id, Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi mulai mengembangkan lahan baru. Saat ini lahan seluas 116 hektar tersebut telah ditanami bawang putih. Tidak hanya itu, pemkab setempat berencana akan meningkatkan menjadi lahan menjadi 145 hektar, lahan itu berlokasi di wilayah Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi.
"Banyuwangi bisa menjadi sentral bawang putih. Kita harapkan ke depan lahannya bisa tambah luas, karena potensi pengembangannya juga masih besar," kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono Kamino pada media ini, Jum'at (23/2/2018).
Spudnik senang karena di Banyuwangi berhasil mengembangkan bawang putih yang skala lahannya cukup luas. Apalagi, bawang putih yang ditanam di Banyuwangi memiliki produktivitas yang tinggi. Dalam setahun mencapai hingga 15 ton per hektar, dan diperkirakan menghasilkan 4000 ton bawang putih basah.
“Saya optimis bawang putih cocok disini dan akan tumbuh baik. Pengembangan ini didampingi Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Spudnik menjelaskan, pemerintah kini sedang membangkitkan kembali kejayaan produksi bawang putih di Indonesia yang sempat hilang sejak dibukanya keran impor pada 1990.
Menurutnya, selama ini mayoritas kebutuhan bawang putih dalam negeri masih berpangku kepada impor, seperti dari Tiongkok, Thailand, dan Mesir. Indonesia baru memproduksi bawang putih sebanyak 20 ribu ton per-tahun.
“Pemerintah berupaya untuk meningkatkan produksi lokal. Sekarang, Banyuwangi digarap dan rupanya sukses, kayak mimpi saja. Semakin banyak sentra yang dikembangkan, kita bertahap mengurangi ketergantungan impor,” terang Spudnik.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi mengatakan jenis bawang putih yang ditanam di Banyuwangi merupakan jenis lokal lumbu hijau dan lumbu kuning dengan kualitas lebih baik daripada impor. Meskipun ukurannya lebih kecil, rasanya lebih tajam. Bawang putih di Banyuwangi iini mulai dikembangkan pada November 2017 lalu, bermitra dengan perusahaan swasta.
“Panen perdana 4 Maret mendatang. Nantinya hasil produksi akan dipilah, ada yang dijadikan bibit dan ada yang didistribusikan ke berbagai daerah,” tutur Arief Setiawan.
Pemerintah daerah selama ini aktif mendampingi kelompok tani yang bekerja mengolah lahan bawang putih. Kata Arief, Banyuwangi mendapatkan beberapa keuntungan dengan dibukanya pertanian bawang putih. Salah satunya penyerapan tenaga kerja.
“Tenaga kerja rutin yang diserap 900-1.000 orang. Jadi ini sangat padat karya sesuai kebijakan Presiden Jokowi,” jelas Arief.
Arief menambahkan, pihaknya dalam proses menyiapkan lahan bawang putih untuk dikelola rakyat.
“Sedang kami siapkan 25 hektar pertanian bawang putih yang akan dikelola rakyat dengan pendampingan dari kami tentunya,” pungkasnya. (Anis/Syai)