Foto : dr Farhat Suryaningrat, Wakil Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan.
Foto : dr Farhat Suryaningrat, Wakil Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan.
MEMOonline.co.id, Bangkalan - Bantuan pinjaman alat PCR dari Pemprov Jatim untuk Bangkalan tidak bisa digunakan. Pasalnya, tabung MIC salah satu kelengkapan alat tersebut tak berfungsi, sehingga untuk pengiriman sample akan kembali dikirim ke Surabaya.
Hal tersebut disampaikan oleh dr Farhat Suryaningrat, Wakil Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan. Ia mengatakan, pihaknya membutuhkan tabung MIC baru agar alat PCR bisa digunakan kembali. Namun, hingga kini tabung sulit didapatkan dan belum bisa diimpor secara bebas.
"Untuk proses impor tabung tersebut juga sulit sehingga kita tidak bisa beli. Sehingga, untuk sample kami kirim ke Surabaya," tuturnya, Selasa (11/8/2020).
Ia mengatakan, pihak telah berkoordinasi dengan pemkab setempat untuk mencari jalan keluar. Dikatakan, bupati Bangkalan menyarankan agar membeli alat PCR sendiri sebab alat PCR yang ada saat ini merupakan bantuan pinjaman dari Pemprov Jatim.
"Kemarin pak Bupati menyarankan untuk beli. Maka saat ini kami masih menyiapkan kelengkapan dokumen untuk pembelian alat tersebut," ungkapnya.
Meski kasus Covid-19 di Bangkalan saat ini sudah menurun, pihaknya tetap membutuhkan alat PCR sebab alat tersebut juga digunakan untuk alat deteksi penyakit lainnya.
"Untuk penyakit lain juga bisa dideteksi menggunakan alat tersebut. Maka nanti juga akan kami pisahkan untuk pemeriksaan covid dan layanan umum lainnya supaya sama-sama aman," tukasnya. (Yis)