FOTO: Kadis DPMD Sumenep Moh Ramli saat diwawancarai
FOTO: Kadis DPMD Sumenep Moh Ramli saat diwawancarai
MEMOonline.co.id, Sumenep - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep beri penjelasan terkait terhambatnya penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). Kamis, (11/6/20).
Kadis DPMD Moh Ramli menjelaskan, pihaknya kesulitan dalam matching (menyesuaikan) data dengan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS). Jika tidak hati-hati, dikhawatirkan terjadi tumpang tindih data, antara penerima BLT-DD dan JPS.
"Kesulitannya cukup tinggi. Sebelum diajukan, Desa harus menyesuaikan data dengan bantuan jaringan pengamanan sosial seperti BST dan PKH," jelasnya.
Menurutnya, dengan adanya problem tersebut, menyebabkan proses penyaluran BLT-DD terhambat.
"Jadi, bahasanya bukan ditangguhkan, tapi masih proses matching data," ucap dia.
Ia mengatakan, kendala lain yang menyebabkan penyaluran BLT-DD terlambat karena penetapan sasaran bantuan harus melalui peraturan kepala desa dan musyawarah desa.
"Aturannya begitu, tujuannya agar tepat sasaran," katanya.
Pria berkacamata itu mengungkapkan, sejauh ini, untuk penyaluran BLT-DD gelombang pertama menurutnya sudah selesai. Dimana dari 330 Desa yang sudah menerima , 31 di antaranya mendapatkannya tanpa melalui pengajuan.
"Data yang sudah masuk dan tercatat, setidaknya sudah ada 250 Desa yang sudah menyampaikan laporan berkenaan dengan anggaran BLT-DD nya. Mudah-mudahan yang gelombang kedua berjalan dengan lancar," harapnya. (Zain).