Jerit Pedagang Kaki Lima Di Tengah Wabah Corona. Tagih Janji Kampanye Wakil Rakyat

Foto: Sepi pembeli, sejumlah PKL berjualan di area Stadion Gelora Bangkalan
1086
ad

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) semakin dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Termasuk warga Kabupaten Bangkalan.

Selain perusahaan, Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) juga mengalami penurunan pendapatan. Hal ini karena Pemerintah mewajibkan work from home (WFH) dan mengkarantina diri dirumah masing-masing.  

Karena dirumah aja, banyak warung-warung yang kehilangan pelanggannya.  Pemilik warung kopi misalnya, mereka mengaku penjualan kopinya menurun dibandingkan bulan lalu sebelum Covid 19 masuk ke Indonesia.

Ketua paguyuban pedagang kaki lima  Stadion Gelora Bangkalan (PKL SGB) Muh Fausi menuturkan, penurunan pendapatan yang dialami para PKL hampir 90%. 

"Bahkan banyak yang memilih tidak berjualan karena sepinya pembeli," tuturnya.

Menurut Fausi, jika memaksakan diri berjualan, para PKL harus berani mengambil resiko menelan kerugian, para pedagang siap saji misalnya, dengan modal Rp 300 yang laku hanya Rp 50 ribu. 

"Kalau tidak ada yang beli kan basi," katanya. Rabu (15/04/20).

Dari 189 PKL yang ada di SGB, saat ini yang masih aktif berjualan dari pagi hingga malam  sekitar 50 orang. Itupun hanya penjual kopi, sedangkan para PKL yang menjual makanan siap saji sangat sedikit. 

"Corona memang menakutkan, tapi kami lebih takut tidak makan, kalau PNS enak di rumah aja dapat gaji, kami tidak kerja tidak makan," keluhnya.

Pria yang juga merupakan atlit binaraga itu menambahkan, selama ini belum ada uluran tangan dari pemerintah, baik berupa bantuan pangan dan kesehatan. Adanya cuma himbauan tidak keluar rumah.

"Utuk para DPRD juga, yang dulu kampaye mau bantu rakyat, mana buktinya sekarang disaat masyarakat benar-benar membutuhkan," jeritnya menagih janji.

Di tempat berbeda, Kepala Bidang usaha perdagangan Dinas Perdagangan Bangakalan Ilyas Santoso menerangkan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa untuk mensiasati menurunnya pendapatan para PKL. 

"Wabah Covid 19 ini kan bencana nasional, kami juga merasa kasihan, mereka punya keluarga yang harus dibiayai," terangnya.

Ilyas menyampaikan, saat ini pihaknya sudah  berupaya untuk membantu pelaku usaha kecil tersebut dengan menyalurkan bantuan sembako dan kesehatan.

"Sudah dianggarkan, tapi masih digodok," tandasnya. (Zai).

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai publikasi pemerintah kini tidak lagi sekadar pelengkap aktivitas birokrasi, tetapi...

MEMOonline.co.id. Jember- Kecelakaan terjadi di Jalan Ahmad Yani NO 130 tepatnya di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari kebupaten Jember melibatkan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

Komentar