Desak Faida Mundur Dari Jabatannya, Sejumlah Aktivis Masyarakat di Jember Kepung Rumah Dinas Bupati

Foto: sejumlah masyarakat saat demo ke tumah dinas bupati
2521
ad

MEMOonline.co.id, Jember - Ratusan masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Reformasi Jember kembali menggelar unjuk rasa di Kantor Dinas Bupati Jember, Jum'at (24/01). Mereka berkumpul dan mulai melakukan unjuk rasa dengan berorasi sekitar pukul 13.30 WIB.

Sejumlah massa itu, tampak membawa dan membentangkan poster yang bertuliskan desakan-desakan supaya Bupati Jember, Faida segera mundur dari jabatannya. Poster itu, diantaranya bertuliskan 'Jember Empire', 'Stop Kerajaan Faidah', hingga poster bertuliskan 'Turunkan Bupati Bergaya Kaisar'.

Ratusan massa itu, melakukan aksi demonstrasi lantaran kecewa atas sejumlah kebijakan Faida yang dinilai otoriter dan anti kritik. Bahkan, mereka menyebut bupati perempuan pertama di Kabupaten Jember itu sebagai pemimpin yang arogan.

"Publik dibius dengan propaganda bahwa Bupati Faida bersih. Maka, jika ada pihak yang mengkritiknya berarti koruptor. Tudingan demikian dibuat masif oleh kroni-kroni Faida," kata Korlap Aksi Kustiono Musri saat dikonfirmasi wartawan.

Selain itu, kata Musri, masyarakat Jember juga kecewa terhadap sikap Faida yang terkesan melawan konstitusi. Salah satunya Faidah yang mempertanyakan kebasahan hak angket DPRD Jember terhadap dirinya, padahal, hak angket merupakan hak konstitusi DPRD. 

"Itulah yang semakin memantik kemarahan kami. Sosok pemimpin yang berani ngajari rakyatnya untuk melanggar konstitusi. Itu pelanggaran konstitusi," tambahnya.

Selain itu, mereka menyebut kepemimpinan Faida di Jember bobrok. Hal itu dibuktikan dengan terbongkarnya pungutan liar (Pungli) di salah satu dinas di Kebupaten Jember. Selain itu, kebobrokan itu dilengkapi dengan rentetan korupsi yang diungkap Kejari Jember.

Sementara itu, ratusan massa aksi tersebut tidak ditemui Faida. Berdasarkan informasi yang diterima massa aksi, Faida sedang menemui masyarakat Jember yang ada di Papua. "Mana lebih penting masyarakat Jember yang ada di Papua, dengan masyarakat Jember yang ada di Jember," tanyanya dengan kesal.

Untuk melampiaskan kekesalannya, mereka juga membawa patung yang dianalogikan sebagai diri Faida. Mereka tampak melemparkan berbagai benda dan tanah ke patung bertuliskan 'Jember Empire' itu.I (nul/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa kembali menggema di Kabupaten Sumenep. Sebanyak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Caffe SAE di Mapolres Batu menjadi tempat pertemuan santai antara Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin dan awak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 sebagai...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep,...

Komentar