Dampak Kemarau Panjang di Sampang, Ibu-Ibu Pengrajin Tikar Terpaksa Beraktivitas Didalam Gua

Foto: Ibu - ibu pengrajin tikar di Sampang saat beraktivitas didalam gua
1629
ad

MEMOonline.co.id, Sampang - Ibu-ibu Desa Birem Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang, Madura Jawa Timur membuat kerajinan tikar di dalam gua.

Mereka beralih pekerjaan dari petani menjadi pengrajin tikar akibat krisis air dan musim kemarau panjang.

Halimah, warga Desa Birem, salah satu pengrajin tikar berbahan daun pandan duri membuat bersama tetangga dekat demi memaksimalkan kebutuhan keluarga.

"Ibu-ibu petani beralih pekerjaan menjadi pengrajin tikar agar dapur di rumah tetap terus mengepul," ujarnya.
 
Pihaknya mengaku, jika di daerahnya sedang terdampak krisis air selama musim kemarau. Mustahil bagi mereka memaksakan diri bertani dalam kondisi keterbatasan air. Serta memilih membuat tikar untuk dijual kepada masyarakat.

Tikar hasil kerajinan, ia membanderol harga Rp. 60 ribu sampai Rp. 120 ribu. Juga bergantung pada ukuran dan kerapian anyaman tikar.

Kerajinan itu, sudah dilakukan secara turun-temurun sejak zaman nenek moyang setiap musim kemarau. Ibu-ibu beraktivitas membuat tikar mulai pukul 6:00 sampai 17:00 WIB.

"Saya bikin dari pagi sampai dzuhur. Istirahat untuk sembahyang, kemudian kembali untuk bikin lagi sampai sore," katanya.

Daun pandan duri yang dibuat tikar, para pengrajin mencari di dalam hutan untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.

Prosesnya, duri daun pandan dibuang, daun dibelah memanjang tipis hingga menjadi lebih banyak. Kemudian dijemur sampai kering dan layu.

"Jika daun sudah benar-benar kering dan layu, langsung dibawa ke gua untuk dibuat tikar," jelasnya.

Sementara, guru Sekolah Dasar (SD) di dekat lokasi, Dedi mengaku sangat tertarik dan membeli tikar hasil kerajinan ibu-ibu di gua untuk dijadikan koleksi.

"Saya tertarik karena unik dan pembuatan di dalam gua. Hasilnya bagus, rapi dan cocok buat koleksi," imbuhnya. (Fathur)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa kembali menggema di Kabupaten Sumenep. Sebanyak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Caffe SAE di Mapolres Batu menjadi tempat pertemuan santai antara Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin dan awak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 sebagai...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep,...

Komentar