Foto: M Ramzi, Anggota DPRD Sumenep
Foto: M Ramzi, Anggota DPRD Sumenep
MEMOonline.co.id, Sumenep - Kelanjutan proyek pembangunan gedung Poli Anak di RSUD Moh. Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur mendapat perhatian dari Anggota DPRD setempat.
Sebab, sebelumnya diputus kontrak karena rekanan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan hingga batas kontrak berakhir.
"Kami tidak ingin peristiwa tahun sebelumnya (putus kontrak) terulang kembali tahun ini," kata M Ramzi, Anggota DPRD Sumenep, Jum'at (30/8/2019).
Untuk melanjutkan proyek itu tahun 2019 Pemerintah Daerah menyediakan anggaran sekitar Rp2,5 miliar. Proses lelang telah selesai, rekanan pemenang tender sudah bisa melanjutkan pekerjaan mega proyek tersebut.
Politisi Hanura itu menekankan pengawasan dimaksimalkan. Sehingga hasil pekerjaan bisa maksimal. "Pengawasan itu penting, sehingga target selesainya pekerjaan tepat waktu," jelas Anggota DPRD Sumenep dua periode itu.
Apabila pembangunan cepat selesai kata dia, pembangunan dengan anggaran miliaran rupiah itu bisa dimanfaatkan untuk pelayanan kepada masyarakat.
"Kalau sampai putus kontrak lagi maka anggaran yang disediakan pemerintah mubazir. Karena, pembangunan itu notabenya menggunakan uang rakyat," tegas pria asal Kecamatan Pragaan ini.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat (PUPR) dan Cipta Karya, Sumenep Moh. Jakfar menargetkan pembangunan Poli Anak selesai tahun 2019 ini.
"Pembangunan RSUD tahun ini kami tuntaskan," katanya.
Pembangunan Gedung Poli Anak dimulai tahun 2018, saat itu Pemerintah menganggarkan sebesar Rp10 miliar lebih untuk pembangunan itu. Namun, hingga akhir tahun, rekanan tidak mampu menuntaskan perkerjaan hingga akhir tahun, terpaksa diputus kontrak.
"Dari anggaran Rp10 miliar lebih, akan dibayarkan tanggungan pada rekanan yang pertama menggarap kurang lebih 8 miliar," jelasnya.
Sementara anggaran kelanjutan proyek itu kata dia dianggarkan sebesar Rp2,5 miliar. Proses lelang saat ini selesai. "Sudah selesai, tinggal pekerjaan fisiknya. Pokoknya tahun ini kami selesaikan," ungkapnya.
Upaya tersebut kata dia, dilakukan agar gedung poli anak cepat ditempati pelayanan.
"Sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya. (Ita/diens)