Imbas Perda Baru, Ratusan Warga di Berbagai Desa di Sumenep Bergolak

Foto: Ratusan Warga Desa Aeng Baje Kenek saat mengepung balai desa setempat
2288
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep – Perda baru soal pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di Sumenep, Madura, Jawa Timur, membuat sejumlah warga di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bergolak.

Pasalnya, perda baru tersebut dinilai tidak masukakal oleh masyarakat, lantaran membolehkan menerima pendaftar Calon Kepala Desa (Cakades) dari warga luar desa.

Sehingga masyarakat gerah, dan ramai – ramai melakukan penolakan perda tersdebut, dan mengepung balai desa masing-masing, agar tidak cakades dari luar desa yang mendaftar.

Seperti yang terjadi hari ini, sejumlah warga Desa Aeng Baja Kenek, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur terlibat aksi bentrok di Sekretariat Pemilihan (Pilkades) setempat, Rabu (28/8/2019). 

Tindakan anarkis itu terjadi dipicu adanya bakal calon kepala desa yang mendaftarkan berasal dari luar desa setempat.

Warga yang tidak menginginkan calon dari luar daerah menghadang calon yang akan mendaftar di sekretariat panitia Pilkades desa setempat.

Namun aksi waega mendapat perlawanan dari rombongan salah seorang pendukung bakal calon yang hendak mendaftar, sehingga kedua belah pihak sempat berseteru dan hampir saling adu jotos.

"Lebih dari 200 warga yang menolak calon kades dari luar, dan sudah menduduki sekretariat panitia sejak hari Senin kemarin," kata Lukman salah seorang warga Desa Aeng Baja Kenek, Bluto.

Akibat penolakan itu, bentrok antar pendukung tidak bisa dihindari. Kedua kelonpok bentrok lantaran kelompok warga yang menolak kades dari luar menghadang kelompok warga lain yang hendak mendaftar, sebab dicurigai akan mendaftarkan cakades dari luar.

"Sebetulnya mereka dari incumben. Kabarnya akan mendaftarkan istrinya, tapi massa juga mencurigai mereka membawa berkas cakades lain yang mau didatangkan dari luar," bebernya.

Beruntung, hingga berita ini ditulis tidak sampai ada korban jatuh, karena pihak kepolisian yang berada di lokasi dengan cepat melerai kedua kelompok. Ketegangan juga sudah mereda karena satu kelompok warga sudah meninggalkan TKP.

"Serkarang sudah agak kondusif, selain karena (kelompok) dari incumben sudah meninggalkan lokasi, juga ada beberapa kompi dari Polres yang tiba di sini," tukas Lukman.

Sementara itu, pihak panitia belum berhasil dikonfirmasi pihak panitia. Tetapi berdasarkan informasi di lapangan sudah ada dua calon yang sudah mendaftar sejak pemdaftaran dibuka, salah satunya incumben. (Ita/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Caffe SAE di Mapolres Batu menjadi tempat pertemuan santai antara Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin dan awak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 sebagai...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep,...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proses pembangunan rumah susun di lingkup Polres Lumajang terhenti ditengah...

Komentar