Foto : Penanda-tanganan Pakta Inovasi
Foto : Penanda-tanganan Pakta Inovasi
MEMOonline.co.id, Bekasi - Cikarang Utara - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Bekasi meluncurkan 'Laboratorium Inovasi Daerah', dalam rangka meningkatkan budaya inovasi, baik dalam bidang pelayanan maupun tata kepemerintahan.
Dalam acara tersebut juga dilakukan penanda-tanganan pakta inovasi oleh para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, mengatakan bahwa berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Dalam Negeri, saat ini Kabupaten Bekasi belum sampai pada tahap pengoptimalan inovatif. Hal ini tentunya menjadi perhatian sekaligus dorongan bagi Pemkab Bekasi untuk terus mengembangkan ide berinovasi.
"Saat ini kita menempati peringkat ke 107, jadi ini masih sangat jauh tentunya. Tetapi saya juga mengapresiasi kepada perangkat daerah yang sudah memulai inovasi di masing-masing perangkat daerahnya," ucapnya dalam sesi wawancara dengan awak media di acara yang berlangsung di Hotel Antero Jababeka, Senin (26/8/2019).
Selain itu, Eka, mengharapkan pada pembentukan laboratorium inovasi agar dapat mengambangkan ide dan gagasan dalam tata kelola pemerintah daerah, dimana setiap perangkat daerah harus memiliki minimal satu inovasi.
"Dengan semangat Bekasi baru Bekasi bersih, saya berharap terus ada inovasi baru dan inovasi itu bisa dirasakan langsung oleh masyarakat terutama di bidang pelayanan," tuturnya.
Dirinya, Eka melanjutkan, akan memberikan reward bagi setiap perangkat daerah yang berani berinovasi, dan kedepannya akan dibuatkan kompetisi dalam rangka mengembangkan ide berinovasi.
"Jadi untuk kedepannya kita akan buatkan kompetisi. Nanti ketahuan siapa yang berinovasi siapa yang tidak. Dan selama 6 bulan ini, saya akan mengevaluasi betul siapa saja perangkat daerah yang melakukan inovasi," tambahnya.
Eka, juga menghimbau para perangkat daerah agar dapat memanfaatkan teknologi yang ada, dapat mengefisiensikan waktu dan lebih memudahkan masyarakat, khususnya dalam hal pelayanan.
"Saya berharap di era digital, kita dapat berkomunikasi dengan teknologi yang ada saat ini. Juga perangkat daerah untuk tetap bersemangat dan terus melakukan inovasi yang bisa langsung dirasakan masyarakat," tutupnya. (Bam/Diens).