Polres Sumenep Diminta Tangkap Kembali Tiga Oknum PNS yang Dilepas Pasca Terjaring OTT Pemotongan Dana Kapitasi di Puskesmas Pragaan

Foto: Mobil Avanza warma merah yang diduga dijadikan alat mengangkut tiga oknum pns pasca terkena ott
1204
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Pelepasan tiga oknum pegawai negeri sipil (PNS) pasca terkena operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pungli dana kapitasi di Puskesmas Pragaan bebetapa hari lalu, diminta ditangkap kembali, oleh masyatakat Sumenep.

Bahkan dalam kasus tersebut, Kepolisian Resort Sumenep, Madura, Jawa Timur diminta untuk lebih serius memproses dugaan pungutan liar (Pungli) dana kapitasi kesehatan itu.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Syafrawi, pengamat hukum asal Kabupaten Sumenep, kepada sejumlah awak media, Rabu (14/8/2019).

Tidak hanya itu, Syafrawi juga meminta aparat Polres Sumenep, segera menaikan status kasus tersebut ke tahap penyidikan. 

Karena dalam kasus tersebut, pihaknya menduga aparat Polres Sumenep sudah mengantongi dua alat bukti.yang cukup.

"Jika sudah mengarah pada tindakan pemotongan, silahkan di naikkan statusnya ke penyidikan, biar persoalan ini tidak jadi bola liar," katanya.

Apalagi kata pria yang terpilih sebagai Ketua Peradi Madura Raya itu polisi telah menemukan adanya tindakan transaksi uang sebesar Rp 1 juta saat melakukan OTT di Puskesmas Pragaan.

Sehingga asal usul keuangan itu sudah bisa dilacak melalui tiga orang yang diamankan tersebut.

"Kami kira ini sudah cukup untuk masuk ke ranah pidananya,” jelasnya.

Dia berharap Polres profesional memproses kasus ini. 

"Kasus ini harus diseriusi, dan diungkap hingga tuntas, termasuk aliran dana itu. Sehingga bisa memberikan efek jera kedepan," tegasnya.

Semenatara itu Kasat Reskrim Polres Sumenep Tego S. Marwoto memastikan penyelidikan kasus tersebut berlanjut. 

Bahkan dalam waktu dekat Polres bakal melakukan audit untuk memastikan penggunaan dana Kapitasi, termasuk pemotongan yang diduga dilakukan oknum Puskesmas.

"Perlu kami lakukan audit pada kasus dugaan pemotongan dana Kapitasi ini," katanya.

Menurutnya, proses audit diperlukan guna mendalami perkara itu. 

Sebab, kata dia, dari hasil pemeriksaan dana yang diduga dipotong itu digunakan untuk membayar pegawai sukarelawan (sukwan). 

Dimana pegawai tersebut berjumlah 104 orang. Sehingga, perlu dikalkulasi angkanya.

"Kan perlu diaudit 104 orang menghabiskan berapa duit, lalu sisanya kemana. Termasuk, kabarnya mengalir ke dinkes. Pemotongan anggaran tetap tidak diperbolehkan,” terang Tego,.

Tidak hanya itu, dari hasil itu juga bisa ditentukan kerugian negara dalam kasus tersebut. 

"Intinya, penghitungan anggaran atas pemotongan dana itu berapa, lalu kemana dan berapa kerugiannya,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya terus mendalami kasus ini. 

Sejumlah saksi sudah diperiksa, mulai dari bidan, pegawai hingga kepala Puskesmas. 

"Sejumlah saksi yang diduga mengetahui sudah kami periksa intens,” tukasnya.

Sebelumnya, Polres Sumenep sempat mengamankan tiga pegawai Puskesmas Pragaan. 

Masing-masing bendahara internal berinisial R, kepala TU berinisial M, dan seorang bidan berinisial P. Mereka tertangkap tangan saat ‘bertransaksi’. 

Bidan P menyetorkan potongan dana kapitasi kepada bendahara, disaksikan kepala.TU. 

Saat itu juga, polisi mengamankan uang tunai Rp 1 juta yang disetor bidan ke bendahara. 

Dan Kasus ini berkaitan dengan dugaan pemotongan dana Kapitasi yang dilaporkan LSM beberapa waktu lalu. (Ita/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa kembali menggema di Kabupaten Sumenep. Sebanyak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Caffe SAE di Mapolres Batu menjadi tempat pertemuan santai antara Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin dan awak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 sebagai...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep,...

Komentar