Terungkap ! Tiga Nama Oknum PNS Sumenep Yang Terkena OTT di Puskesmas Pragaan . Berikut Nama-namanya

Foto: mobil avanza warna merah yang diduga dipakai mengangkut tiga oknum pns pasca ott
4186
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Kabar Operasi Tangkap Tangan (OTT)  Oknum Pegawai Negeri  (PNS)  yang diduga dilakukan petugas Satuan Polisi Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, makin luas tersebar

Bahkan, dalam kasus OTT yang diduga terjadi di Kantor Puskesmas Pragaan tersebut, mencuat tiga nama oknum PNS yang terkena OTT, 

Terlihat dalam penangkapan tiga oknum PNS  saat melakukan transaksi fee 15 persen dana Kapitasi itu, anggota resmob Polres Sumenep.

Dia terlihat sedang membawa Kepala Bagian Tata Usaha (KTU) Puskesmas inisial MRD, yang merangkap sebagai bendahara Intern puskesmas.

Selain itu, anggota Resmob Polres Sumenep juga membawa PNT (Inisial) dengan status oknum bidan, dan KWN (inisial) dengan jabatan Bendahara.

"Ya memang ada penangkapan itu sekira jam 10:30 wib di kantor Puskesmas pragaan, membawa tiga orang pegawai negeri," kata sumber yang tidak mau disebut namanya.

Sedangkan tiga oknum PNS tersebut ditangkap sekira pukul 10:30 wib selasa, (6/8/2019) sekira pukul 10:30 wib di sebuah ruangan kantor Puskesmas Pragaan, Kecamatan Pragaan,

Mereka  dibawa petugas Resmob menggunakan mobil avanza warna merah hati.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, belum bisa berkomentar banyak terkait OTT itu.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon genggamnya mengaku, "Saya masih diruangan kasi pak," terangnya. 

Sementara Sekretaris Dinkes Sumenep Slamet Budiharjo membantah jika ada OTT di Puskemas Pragaan.  Hanya saja,  pihaknya tidak menampik jika tiga orang PNS di Puskesmas tersebut di bawa Polisi.  

"Ya,  memang ada tiga orang yang dibawa kemarin," katanya. 

Harjo mengungkapkan,  mereka di bawa ke polisi hanya untuk konfirmasi terkait laporan yang pernah di Laporkan.  Yakni,  terkait dengan dugaan pemotongan dana Kapitasi.

"Hanya sekadar mau konfirmasi saja terkait laporan itu,  mereka dibawa, " tuturnya. 

Menurut Harjo informasi yang sampai pada pihaknya memang hanya sekadar konformasi saja.  

"Saya gak tahu yang berhembus diluar.  Tapi,  tetap kami akan konfirmasi masalah ini ke Puskesmas Pragaan, " tukasnya.  (Tim/Red)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Sebanyak 761 anak yatim dibawah usia 11 tahun memadati Masjid Raudlatul Jannah Kota Probolinggo, Kamis (25/6/2026)...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Sebagai wujud komitmen dalam melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PG Djatiroto bersama Kebun...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Sebuah badan usaha bernama CV Serayu Agro Mandiri yang beralamat di Jalan Raya Randuagung, Dusun Curahtekor, Desa...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, bergerak cepat menindaklanjuti...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Fakta terbaru terungkap setelah media mewawancarai Ery Dyahyu Cahyani, Kepala Bidang Koordinasi Wilayah (Korwil)...

Komentar