Rutin Jadi Langganan Polusi dan Jalan Rusak, Warga Tlogosari - Bondowoso Setiap Tahun Resah

Foto: Wage Supratman, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso
1225
ad

MEMOonline.co.id, Bondowoso -  Polusi udara serta rusaknya jalan setiap kali musim panen tebu di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dikeluhkan masyarakat setempat.

Pasalnya, peristiwa tersebut sudah menjadi langganan rutin bagi masyarakat Bondowoso, yang berada di daerah penghasil tebu lumayan luas.

Sebab, selain polusi udara masyarakat juga diresahkan dengan rusaknya jalan yang disinyalir akibat muatan tebu yang diangkut menggunakan truk besar ke Pabrik Gula (PG) Prajekan Bondowoso,  diduga melebihi Tonase yang telah ditentukan.

Oleh karenanya, Imam, Warga Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, mengeluhkan rusaknya jalan yang timbul dikala musim tebu tiba.

"Jalan ini setiap tahun rusaknya semakin parah oleh truk tebu yang lalu lalalang,  yang jadi korban ya warga sini,” kata Imam, kepada media ini, Kamis (4/7/2019).

Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa akibat jalan rusak, warga sekitar berinisiatif menutup lubang dengan tanah liat.

Sebab apabila lubang terus dibiarkan maka lubang akan semakin melebar, Hal ini dilakukan agar tidak terjadi korban jiwa karena jalan tersebut merupakan akses utama warga Tlogosari.

"Truk tebu yang melewati jalan ini ukurannya besar - besar dan muatannya tinggi - tinggi hingga jalan semakin rusak,  agar rusaknya tidak semakin parah,  warga menutupi lubang - lubang dengan tanah liat," Imbuhnya.

Sementara  Kabid Lalu Lintas dan Angkutan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, Wage Supratman saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kemungkinan Besar truk tebu tidak melanggar aturan meski muatannya melebihi bak.

"Meski terlihat banyak bisa jadi tebu yang diangkut sudah kering,  Beratnya sudah nyusut", Ungkapnya.

Dia juga mengaku tidak mengetahui tentang aturan daya angkut atau tonase truk pengangkut tebu.

"Soal tonase itu coba liat sendiri saja di bagian samping truk. Pasti ada. Saya tidak tahu. Atau langsung ke penimbangan saja," jelasnya.

Ditanya soal jenis jalan, kelas jalan dan daya angkut yang diperbolehkan, dia mengatakan tidak banyak mengetahui dan beranggapan bahwa hal itu bukan tupoksi pihaknya.

"Kelas jalan yang saya tahu seperti jalan besar seperti jalan dari Jember dan Situbondo. Soal itu tanya ke Dinas PUPR, bukan di sini," pungkasnya. (Arik/diens)

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang bergerak cepat mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan baterai...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai publikasi pemerintah kini tidak lagi sekadar pelengkap aktivitas birokrasi, tetapi...

MEMOonline.co.id. Jember- Kecelakaan terjadi di Jalan Ahmad Yani NO 130 tepatnya di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari kebupaten Jember melibatkan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro...

Komentar