Foto: Rumah Ervan, yang luput dari sasaran bantuan RTLH
Foto: Rumah Ervan, yang luput dari sasaran bantuan RTLH
MEMOonline.co.id, Jember - Masyarakat Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengaku kecewa terhadap pemerintah kelurahan setempat. Pasalnya, pembagian program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terhadap masyarakat kurang mampu, tidak merata.
Ervan warga setempat mengatakan, rumah yang ditempati sudah difoto berkali-kali oleh pemerintah desa setempat untuk mendapat bantuan program RTLH. Namun, hingga kini belum juga terealisasi.
Lebih lanjut, Ervan mengatakan bahwa bantuan program RTLH yang dicanangkan diurungkan. Karena dia menempati tanah milik PTPN. Namun kata dia, salah satu warga yang juga menempati tanah yang sama mendapat bantuan tersebut.
Lebih lanjut, dia menyebut salah satu warga, yang ada di depan kantor Kelurahan Karangrejo malah mendapatkan program tersebut, padahal sama-sama menempati tanah milik PTPN.
"Kalau itu yang menjadi alasannya, kenapa bu warung depan kantor dapat ?,
toh disini yang numpang tanah milik PTPN Kertosari ada lima unit rumah," tanyanya, Rabu (26/6/2019).
Lebih lanjut, ia mengatakan, hal itu terkesan tidak adil dan menimbulkan kecemburuan sosial. Karena sama-sama tinggal di tanah milik PTPN, namun mendapat perlakuan yang berbeda dari pemerintah desa.
Atas dasar itu, Ervan menuntut keadilan dari Pemerintah Kelurahan Karangrejo. Karena menurutnya, keadilan itu dijamin oleh Pancasila.
"Saya hanya butuh keadilan, jika tidak dapet ya semunya jangan dapet, toh sama numpang. Jika sudah adil saya tidak akan brontak, saya bukan orang gila," tegasnya.
Ervan juga menyinggung, baginya, jika perangkat kelurahan tidak mampu membaca Pancasila, maka sebaiknya tidak menjadi perangkat kelurahan.
"Jika tidak tau baca Pancasila jangan jadi pegawai," tukasnya.
Sementara itu, Lurah Karangrejo, Jaka belum bisa dimintai konfirmasi. Saat media ini mendatangi Kantor Kelurahan Karangrejo, salah satu staf Kelurahan Karangrejo mengatakan bahwa Lurah Karangrejo sedang tidak ada di kantor. (Inul/diens)