Bupati Sebut Angka Buta Aksara di Sumenep Sudah Menurun

Foto: Bupati dan Wakil Bupati Sumenep
1468
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep – Meski sesui data BPS angka penduduk buta aksara di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tergolong cukup tinggi, namun Bupati Sumenep A Busyro Karim, menyebut angka penduduk buta aksara di daerahnya sudah mengalami penurunan.

Hal itu dikarenakan, Pemerintah Kabupaten sumenep sejak tahun 2010 hingga tahun 2017 sudah melakukan trobosan pemberantasan buta aksara, dan berhasil menurunkan buta aksara sebanyak 79 ribu 620 orang.

“Yang jelas keberhasilan menurunkan angka buta aksara itu berkat kerja keras semua guru, pendidik dan semua pihak yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam penuntasan buta aksara di Kabupaten Sumenep,” kata Bupati Sumenep saat membuka Pameran Hari Aksara Internasional (HAI) Provinsi Jawa Timur serta Simposium dan Pameran Pendidikan Kabupaten Sumenep di GOR A. Yani, Jumat (16/11/2018).

Bahkan Bupati menyatakan, pihaknya merencanakan masyarakat bebas buta aksara dalam kurun waktu 2 tahun ke depan, sehingga diharapkan semua pihak ikut berperan aktif mendukung tekad pemerintah daerah itu.

“Kami ingin semua pihak berperan aktif dalam kegiatan literasi, sebab setiap orang bisa ikut berkontribusi menekan buta aksara, salah satunya dengan mengajak para orang tua perlu mengenalkan aksara sejak dini kepada anak-anaknya,” papar Bupati.

Bupati berharap, pameran Hari Aksara Internasional itu, juga merupakan bagian dari upaya menguatkan semangat dan komitmen semua pihak, baik pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat yang ada untuk peduli terhadap penuntasan buta aksara.

“Mari jadikan pameran hari aksara internasional juga sebagai gerakan bersama agar tidak ada lagi penduduk di negeri ini yang tidak mampu mengeja namanya sendiri atau masih buta aksara,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H . Achmad Shadik, M.Si, menambahkan, pameran hari aksara internasional Provinsi Jawa Timur serta simposium dan pameran pendidikan adalah mempublikasikan kepada masyarakat program keaksaraan di Provinsi Jawa Timur.

“Selain itu mengkampanyekan pentingnya pendidikan keaksaraan dalam pembangunan di Jawa Timur serta terbangunnya komunikasi antara penggiat dan pengelola program keaksaraan.” tandasnya.

Peserta pameran antara lain Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, PB PAUD lingkungan IV Surabaya, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dari 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep. 

Setelah membuka pameran Bupati Sumenep bersama Wakil Bupati Achmad Fauzi, Kasubid Pendidikan Kesetaraan dan Budaya Direktorat Pendidikan dan Kesetaraan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Kastum meninjau stand pameran. (Ita/diens)

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar