World Clean Up Day Di Kabupaten Bekasi Libatkan 1.500 Orang

Foto: Rapat Persiapan Kegiatan Hari Pungut Sampah se-Dunia
1307
ad

MEMOonline.co.id, Bekasi - Cikarang Pusat - Pemerintah Kabupaten Bekasi akan melibatkan sekitar 1.500 orang saat melaksanakan kegiatan World Clean Up Day atau Hari Pungut Sampah se-Dunia.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama dua hari mulai Sabtu-Minggu (15-16/9/2018).

“Kegiatan World Clean Up Day ini akan diikuti 150 negara, termasuk Indonesia. Untuk di Kabupaten Bekasi akan kita laksanakan mulai 15 September,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Jaoharul Alam, Senin (10/9/2018).

Jaoharul mengatakan, kegiatan tersebut akan dipusatkan di dua tempat, yakni di sekitar Sentra Grosir Cikarang (SGC) Cikarang Utara dan Pasar Cikarang.

“Kenapa di dua tempat itu, karena selama ini yang paling banyak memproduksi sampah di pasar dan disekitar SGC. Jadi dilokasi itu juga kita sekaligus mengajak untuk sama-sama peduli,” ucapnya.

Teknis dari kegiatan ini, terang Jaoharul, masyarakat yang dilibatkan akan memungut sampah di setiap titik. Dalam kegiatan ini juga akan diikut-sertakan seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi pada tiap-tiap kecamatan.

“Di lokasi acara memang ada 1.500 orang. Tapi nanti diikuti juga oleh seluruh masyarakat. Mungkin ada sekitar 10 ribu sampai 20 ribu se-Kabupaten Bekasi yang akan memungut sampah di mana saja,” tuturnya.

“Jadi nanti kita siapkan armada pengangkut sampah di tiap titik. Termasuk baktor. Untuk truk sampah kita sediakan dilokasi acara sebanyak 6 unit,” tambahnya.

Selain membersihkan sampah, lanjut Jaoharul, pada kegiatan ini juga akan dilaksanakan penanaman pohon. Kegiatan tersebut akan dilakukan di Kali Citarum dan Cibeet. Secara umum kegiatan Hari Pungut Sampah se-Dunia ini untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Burangkeng. Sekaligus mengubah perilaku masyarakat agar peduli terhadap kebersihan.

“Saat ini sampah yang dikirim ke TPA Buangkeng sekitar 650 ton per hari. Jadi dengan kegiatan ini nanti kita akan ketahuan berapa sampah yang akan diangkut ke TPA,” katanya.

“Karena nanti sampah akan dipilah sebelum diangkut. Mana sampah yang masih memiliki nilai ekonomis, mana sampah yang tidak bisa didaur ulang. Setelah itu baru diangkut ke TPA,” lanjutnya.

Kegiatan Hari Pungut Sampah se-Dunia ini, masih Jaoharul, tidak menggunakan dana APBD. Oleh karena itu pihaknya melibatkan swasta untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

“Dari swasta ada yang menyumbang pohon, minuman dan kantong plastik. Karena kegiatan ini non APBD. Jadi kita ajak semua yang mau bantu,”tuntasnya. (Bam/Diens).

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Baru beberapa hari dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Achmad...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Sebanyak 132 perumahan di Kota Batu belum menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum ke Pemkot. Kepala DPKP Kota...

MEMOonline.co.id. Sampang- Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kabupaten...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Perkara dugaan tindak pidana korupsi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep memasuki babak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kasus dugaan reklamasi pantai di wilayah pesisir Gresik Putih, Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Kabupaten...

Komentar