Gempar ! Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Ditarik Jukong Tak Berawak di Pulau Masalembu

Foto: Jukong yang menarik mayat tanpa identitas di Pulau Masalembu Sumenep
3025
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep – Warga Dusun Baru, Desa Masa Lima, Kecamata/Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, digemparkan penemuan sesosok mayat, di tengah laut, Sabtu (18/8/2018).

Saat ditemukan, sosok mayat laki-laki yang diduga bukan nelayan atau warga setempat, dalam posisi tergantung di bagian belakang sebuah jukong (perahu kecil red), dengan layar masih mengembang.

“Kalau melihat ciri-ciri perahunya, mayat itu kemungkinan bukan warga sini,” kata Daeng Albar, salah satu warga Masalembu, saat dihubungi media melalui telepon selulernya.

Menurutnya, jenis jukong yang membawa mayat tersebut diduga berasal dari pulau Sapeken atau Pulau Kangaean. Sebab, jenis jukong tersebut tidak sama dengan milik nelayan pulau Masalembu.

“Ada kemungkinan, mayat itu adalah nelayan Sapeken atau Kangean,” terangnya.

Selanjutnya, oleh nelayan setempat  mayat tak dikenal beserta jukongnya ditarik ke bibir pantai, untuk proses evakuasi selanjutnya.

Namun, berdasarkan kesepakatan warga, mayat tersebut rencananya akan langsung dikubur, di daerah setempat.

Sehingga, warga bersama Kepala Dusun Baru langsung mencari lokasi dan membuat lubang kubur.

Tapi sayang, sebelum mayat itu dikubur, tiba – tiba ada telepon dari warga pulau kangean, dan mengaku mayat tersebut adalah anggota keluarganya. Sehingga, rencana penguburan mayat itu ditangguhkan, dan menunggu orang yang mengaku keluarganya datang.

“Sebenarnya lubang kuburnya sudah siap, dan tinggal memasukkan mayatnya saja,” terang Albar.

Ditanya terntang menyebarnya berita penemuan mayat itu hingga ke Kangean, Albar mengakui jika wargalah yang menyebarkan berita penemuan itu melalui medsos.

Alhasil masyarakat Pulau Kangean yang merasa kehilangan anggota keluarganya, menmgetahui jika di Masalembu ada penemuan mayat.

Sehingga, dengan ciri-ciri yang disebarkan di medsos berikut foto jukong yang ditumpanginya, menunjukkan jika mayat tersebut adalah keluarganya.

“Ya terpaksa penguburannya dihentikan, karena ada orang yang mengaku keluarganya akan datang,” pungkas Albar. (Udiens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar