iklan untuk wartawan baru

MEMO Online › Pendidikan

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bersama Guru Gugus 02 Kalianget

Sabtu, 26 September 2026 15:40 WIB

Foto: SMSI Sumenep saat menggelar acara Sekolah Melek Media Bersama Guru Gugus 02 Kalianget
Foto: SMSI Sumenep saat menggelar acara Sekolah Melek Media Bersama Guru Gugus 02 Kalianget
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Sumenep- Derasnya arus informasi di ruang digital membuat kemampuan memilah dan memverifikasi berita menjadi kebutuhan penting, termasuk di lingkungan sekolah.

iklan dbhct lumajang

Menjawab tantangan tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep menggelar Sekolah Melek Media bagi para guru SDN se-Gugus 02 Kalianget, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di SDN Kalimook II, Kecamatan Kalianget, itu diikuti dua perwakilan dari masing-masing sekolah dasar negeri (SDN) yang tergabung dalam Gugus 02 Kalianget.

Dalam kegiatan tersebut, dua jurnalis sekaligus pemimpin redaksi media siber hadir sebagai pemateri.

Mereka adalah Moh. Sumardono, Pemimpin Redaksi Dimadura.id, dan Prengki Wirananda, Pemimpin Redaksi Klikmadura.com.

Pelatihan mengangkat tema “Menggali Lokalitas dan Pemanfaatan AI bagi Guru se-Kecamatan Kalianget.”

Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, saat membuka kegiatan menekankan pentingnya sekolah memiliki kemampuan menghadapi derasnya informasi yang beredar di ruang digital.

Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam membangun budaya literasi informasi karena berinteraksi langsung dengan generasi yang setiap hari bersentuhan dengan media sosial.

“Sekolah harus bisa melek informasi. Kita harus bisa membedakan informasi yang berasal dari media mainstream atau media arus utama dengan informasi yang beredar di media sosial,” tegas Wahyudi.

Ia menjelaskan, informasi di media sosial dapat menyebar dengan sangat cepat. Namun, kecepatan penyebaran informasi tidak serta-merta menjamin kebenaran informasi tersebut.

Karena itu, kemampuan memeriksa sumber, memahami konteks, serta membedakan produk jurnalistik dengan unggahan di media sosial menjadi bagian penting dalam meningkatkan literasi media.

Guru Didorong Tak Hanya Jadi Konsumen Informasi

Pengawas Sekolah Wilayah Kerja Kalianget, H. Abd. Aziz, M.Pd., mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan tersebut dengan serius.

Ia mendorong para guru tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan tulisan dan informasi yang baik dan bermanfaat.

“ikuti kegiatan ini dengan baik. Guru bisa belajar menulis dan membuat informasi dari para jurnalis,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan menulis dan mengelola informasi dapat menjadi bekal bagi guru untuk menyampaikan berbagai aktivitas serta prestasi sekolah secara lebih baik.

Selain itu, kemampuan tersebut diharapkan dapat turut membangun budaya literasi di lingkungan pendidikan.

Ketua Gugus 02 Kalianget, A. Yudhi, juga hadir dalam kegiatan tersebut bersama para peserta dari sejumlah SDN di wilayah Gugus 02 Kalianget.

Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas SDN Kalimook II itu diisi dengan materi mengenai dunia jurnalistik dan literasi media.

Peserta diajak memahami karakteristik informasi, mengenali sumber berita, serta menyikapi derasnya arus pemberitaan di era digital.

Melalui program Sekolah Melek Media, SMSI Kabupaten Sumenep mendorong sekolah menjadi salah satu benteng literasi informasi di tengah perkembangan teknologi digital.

Kemampuan memeriksa informasi sebelum mempercayainya dan berpikir sebelum menyebarkannya dinilai semakin penting, tidak hanya bagi guru, tetapi juga bagi siswa yang setiap hari berhadapan dengan berbagai informasi di ruang digital.(*)

iklan bawag

Berita lain di Pendidikan