Targetkan 1.500 Mahasiswa Baru dan Perkuat Masa Depan Kampus, Rektor UA Guluk-Guluk Konsolidasi dengan Alumni

Foto: Suasana Konsolidasi Rektor UA Guluk-Guluk dengan Alumni
146
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pimpinan Universitas Annuqayah (UA) Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, menggelar konsolidasi sekaligus buka puasa bersama dengan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Annuqayah (IKA UA) di halaman kampus setempat, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan bertema “Masettong Niat, Makowat Tekat, Kaangguy Nojju UA se Berkat” tersebut menjadi momentum perdana yang mempertemukan pimpinan kampus dengan para alumni dalam satu forum silaturahmi dan penguatan sinergi.

Acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan semangat memperkuat kolaborasi antara kampus dan alumni demi mendorong kemajuan Universitas Annuqayah di masa depan.

Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Annuqayah, Dr. K.H. Mohammad Hosnan, M.Pd, jajaran rektorat, para dekan, kaprodi, civitas akademika, serta ratusan alumni dari berbagai angkatan.

Dalam sambutannya, Kiai Hosnan menceritakan perjalanan panjang berdirinya kampus yang dikenal sebagai Kampus Tatakrama tersebut hingga akhirnya resmi menjadi universitas.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal, kampus didorong oleh para masyayikh Annuqayah untuk membuka program studi lintas disiplin ilmu, meskipun berangkat dari basis perguruan tinggi keagamaan.

“Walaupun asalnya kampus keagamaan, kami terus didorong membuka prodi lintas keilmuan, termasuk ilmu kesehatan dan bidang lainnya,” ujar Kiai Hosnan.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada 2016 pihak kampus sebenarnya telah mengajukan perubahan bentuk menjadi universitas kepada Kopertis Wilayah VII.

Namun usulan tersebut ditolak karena saat itu pemerintah sedang memberlakukan moratorium pembukaan universitas.

Akibat kebijakan tersebut, pihak kampus kemudian mendirikan Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah sebagai langkah strategis menuju pembentukan universitas.

“Akhirnya Annuqayah memiliki dua kampus, yakni Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) dan IST Annuqayah yang saat itu sama-sama dipimpin oleh KH. Abbadi,” jelasnya.

Langkah baru kembali dilakukan pada 2023 dengan mengajukan perubahan bentuk IST Annuqayah menjadi universitas.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah pada 2024 terbit Surat Keputusan pendirian Universitas Annuqayah dari Kementerian Pendidikan.

“Alhamdulillah pada 2023 kami ajukan lagi perubahan bentuk ISTA menjadi universitas, dan pada 2024 SK universitas resmi terbit,” ungkapnya.

Setelah SK keluar, para masyayikh dan Yayasan Annuqayah kemudian mendorong penyatuan INSTIKA dengan Universitas Annuqayah.

Namun proses tersebut tidak mudah karena harus melalui berbagai tahapan serta lintas kementerian.

Menurut Hosnan, proses penyatuan bahkan melewati tiga kali pergantian menteri sebelum akhirnya menemukan jalan.

“Proses penyatuan ini tidak mudah. Kami sudah melewati tiga menteri dan berbagai tahapan lobi,” tuturnya.

Pada September 2025, Kemendikti Saintek juga melakukan asesmen lapangan guna menilai kesiapan program studi yang akan digabungkan.

Dalam proses tersebut, kampus menambah empat program studi baru sebagai syarat penggabungan.

Empat program studi tersebut yakni Artificial Intelligence (AI), Sastra Indonesia, Hukum Bisnis, dan Sains Lingkungan.

“Prodi Artificial Intelligence bahkan menjadi salah satu yang pertama keluar SK-nya untuk perguruan tinggi swasta,” jelasnya.

Kiai Hosnan menegaskan bahwa dukungan alumni sangat penting dalam memperkuat pengembangan Universitas Annuqayah sebagai kampus pesantren yang terbuka terhadap berbagai disiplin ilmu.

Ia juga menyampaikan bahwa salah satu tahapan penting penyatuan kampus akhirnya berhasil dieksekusi pada 25 Februari 2026.

Melalui pertemuan konsolidasi ini, pihak kampus berharap kolaborasi antara alumni dan institusi dapat semakin kuat demi mendorong kemajuan Universitas Annuqayah ke depan.

“Semoga pertemuan ini menjadi penyemangat untuk kemajuan Universitas Annuqayah ke depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Hosnan juga meminta dukungan para alumni untuk membantu proses penerimaan mahasiswa baru tahun ini.

“Kami menargetkan 1.500 mahasiswa baru. Karena itu kami mohon dukungan dan bantuan para alumni,” harapnya.

Di akhir sambutannya, ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni yang telah meluangkan waktu menghadiri pertemuan dan buka puasa bersama tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni yang telah hadir pada pertemuan dan buka puasa bersama perdana ini,” pungkasnya.

Pada akhir acara, pimpinan Universitas Annuqayah bersama IKA UA juga menyepakati bahwa kegiatan buka puasa bersama tersebut akan dijadikan agenda rutin tahunan yang digelar setiap 21 Ramadan.

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Pintu pagar SMK Kesehatan Nusantara yang berada di Jalan Raya Nyalaran, Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota, Pamekasan,...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan pendidikan Al-Qur’an sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa penguatan integritas aparatur sipil negara menjadi fondasi utama reformasi...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Wisata air legendaris Kabupaten Lumajang belakangan disorot pasca muncul wahana air berupa sewa ban pelampung, perahu...

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Kebakaran hebat melanda Gudang Kayu “Berkah Al Banjari” dan sebuah toko bangunan di Dusun Bakong, Desa Batukerbuy,...

Komentar