MEMO Online › Pemerintahan

Proyek Rehabilitasi Kantor UPT Lumajang Disorot Warga, Kualitas Pasir Dipertanyakan

Rabu, 28 Oktober 2026 20:27 WIB · 7 kali dibaca

Foto : Pasir didokumentasikan tim Memoonline, Rabu (28/10/2026).
Foto : Pasir didokumentasikan tim Memoonline, Rabu (28/10/2026).
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Pelaksanaan proyek rehabilitasi Kantor UPT Lumajang di Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, menjadi sorotan warga setelah ditemukan tumpukan pasir yang dinilai tidak memenuhi standar teknis di lokasi pekerjaan.

Kecurigaan bermula saat warga melihat tumpukan pasir di pintu masuk area proyek dalam kondisi agak basah dan bercampur akar serta kotoran organik. Material tersebut dikhawatirkan tidak layak digunakan untuk campuran konstruksi bangunan.

Proyek ini bernilai anggaran Rp252.200.000,00 dengan jangka waktu pelaksanaan 60 hari kalender, dilaksanakan oleh CV. Fajar Utama dan diawasi oleh CV. Pilar Utama Mahameru.

Saat ditemui di lokasi, Kasiyo selaku kepala tukang menjelaskan bahwa material yang didatangkan memang diperuntukkan untuk pekerjaan pasangan.

"Memang ada macam-macam jenis pasir sesuai peruntukannya. Ada pasir untuk pasangan, ada yang untuk pengecoran, dan ada juga untuk pekerjaan plesteran. Saya di sini hanya kuli, saya ikut Pak Arifin," ujar Kasiyo, Rabu (28/10/2026).

‎Sementara itu, Direktur CV. Fajar Utama, Candra, saat dikonfirmasi memberikan penjelasan bahwa dirinya tidak mengetahui langsung terkait pengadaan material tersebut.

"Saya tidak mengetahui itu Mas, yang pesan dan beli itu mandornya," ungkap Candra.

Keterangan ini justru dipertegas oleh Arifin selaku penanggung jawab di lokasi, yang melalui telepon menyatakan belum mengetahui siapa yang memesan dan mengirim material tersebut ke lokasi.

‎"Saya belum tahu siapa yang pesan materialnya, karena di sana ada mandor dan kepala tukang. Coba nanti saya konfirmasi dulu siapa yang kirim barangnya, saya telepon belum diangkat. Di sana ada Mandor Zaini dan Kepala Tukang Kasiyo," terangnya.

‎Rangkaian penjelasan yang saling berbeda ini justru semakin memperkuat kecurigaan warga mengenai transparansi pengadaan material di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut maupun verifikasi resmi dari konsultan pengawas dan Dinas PU-TR Kabupaten Lumajang.

Warga berharap pihak terkait segera meninjau lokasi guna memastikan kualitas material sesuai ketentuan kontrak.(Mas Her)

Berita lain di Pemerintahan