MEMO Online › Peristiwa Daerah

Empat Bulan Sumur Mengering, Siswa SDN Plalangan 6 Jember Terpaksa BAB ke Sungai

Senin, 26 Oktober 2026 19:54 WIB

Foto: SDN Plalangan 6 Jember
Foto: SDN Plalangan 6 Jember
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Jember- Krisis air bersih melanda SDN Plalangan 6, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sumur gali yang selama ini menjadi sumber air sekolah dilaporkan mengering sejak empat bulan terakhir, sehingga mengganggu kebutuhan sanitasi dan aktivitas sehari-hari siswa maupun guru.

Kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena sebagian siswa dan guru terpaksa memanfaatkan sisa air untuk buang air kecil. Sementara itu, untuk buang air besar (BAB), siswa harus pergi ke sungai.

Penjaga sekolah, Buamin, mengatakan sumur gali yang selama ini digunakan sudah tidak lagi mengeluarkan air. Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar empat bulan.

“Air sumur gali sudah habis. Sudah empat bulan,” kata Buamin saat ditemui di lokasi, Senin (26/10/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan sanitasi, pihak sekolah terpaksa membeli air. Biaya yang dikeluarkan mencapai Rp40 ribu untuk setiap MCK. Dari total enam MCK yang tersedia, hanya tiga MCK yang terisi air.

Dengan demikian, sekolah harus mengeluarkan biaya Rp120 ribu untuk mengisi tiga MCK tersebut. Air yang dibeli digunakan untuk memenuhi kebutuhan toilet.

Sementara itu, air sumur tidak digunakan untuk konsumsi. Untuk memenuhi kebutuhan minum, para guru memilih membeli air kemasan atau air minum lainnya, kemudian menampungnya menggunakan tandon jika memiliki kemampuan untuk membeli.

“Ya kayak begini, untuk cuci, nyiram tanaman biasanya pakai air sumur, kalau untuk minum tidak. Air minum kita beli,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah berharap pemerintah turun tangan memberikan bantuan sarana penyediaan air bersih. Bantuan yang diharapkan antara lain berupa tandon penampungan air, pasokan air bersih, hingga pembangunan sumur bor.

Menurut Buamin, keberadaan tandon akan sangat membantu siswa dan pihak sekolah dalam menampung air untuk kebutuhan sehari-hari. Terlebih, SDN Plalangan 6 memiliki total 134 siswa yang membutuhkan fasilitas sanitasi memadai.

“Kalau bisa minta bantuan-bantuan tandon serta air dari pemerintah untuk menampung air, syukur-syukur sumur bor,” harapnya.

Pihak sekolah berharap adanya perhatian dari pemerintah agar persoalan kekeringan tersebut segera mendapat solusi. Ketersediaan air bersih dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah sekaligus menjamin kebutuhan sanitasi siswa dan guru tetap terpenuhi.(Zain)

Berita lain di Peristiwa Daerah