MEMO Online › Pemerintahan

Dengan Semangat Membara Melestarikan Budaya, Pemkab Sumenep Peringati Hari Jadi ke-757 Pakai Bahasa Madura

Sabtu, 31 Oktober 2026 11:03 WIB · 19 kali dibaca

Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo
Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep yang dirangkai dengan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Sabtu (31/10/2026).

Upacara yang berlangsung di depan Masjid Jamik Sumenep, Jawa Timur, tersebut berlangsung khidmat dan menarik perhatian karena menggunakan bahasa Madura. Penggunaan bahasa daerah ini menjadi bentuk penghormatan terhadap identitas sekaligus upaya melestarikan warisan budaya lokal.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi ke-757 bukan sekadar penanda bertambahnya usia daerah, melainkan momentum untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan semangat membangun Kabupaten Sumenep.

“Atas nama pribadi dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sumenep, saya mengucapkan selamat Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep kepada seluruh masyarakat, baik yang berada di wilayah daratan maupun kepulauan,” katanya.

Fauzi berharap, bertambahnya usia Kabupaten Sumenep menjadi dorongan untuk terus meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga Sumenep semakin berkembang, semakin maju, dan semakin sejahtera. Kita juga berharap daerah yang kita cintai ini senantiasa berada dalam suasana aman, damai, dan tenteram,” ujarnya.

Selain menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Sumenep, Fauzi juga mengucapkan selamat Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, tema Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan harus menjadi semangat bersama untuk mendorong pembangunan yang merata.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan kawasan perkotaan, tetapi juga dari pemerataan kesejahteraan masyarakat di pedesaan hingga wilayah kepulauan.

“Semangat kebersamaan harus terus kita perkuat. Kita ingin seluruh masyarakat, mulai dari perkotaan hingga pelosok desa dan kepulauan, dapat merasakan manfaat pembangunan,” tuturnya.

Pada momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98, Fauzi turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat keutuhan bangsa, serta melestarikan kebudayaan daerah.

Menurutnya, keberagaman budaya yang dimiliki Kabupaten Sumenep merupakan kekuatan yang harus terus dirawat sekaligus menjadi bagian penting dari identitas daerah.

“Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, melestarikan budaya luhur, dan bersama-sama membangun Sumenep agar semakin maju dan berkembang,” tegasnya.

Pemkab Sumenep Raih 16 Penghargaan

Lebih lanjut, Fauzi menjelaskan bahwa berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemkab Sumenep mengacu pada visi dan misi daerah sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Menurutnya, berbagai upaya pembangunan tersebut telah mendapat apresiasi di tingkat regional maupun nasional. Hingga saat ini, Pemkab Sumenep telah meraih 16 penghargaan.

Salah satu capaian yang membanggakan adalah penghargaan dari Menteri Pariwisata Republik Indonesia atas terpilihnya salah satu event unggulan Sumenep sebagai bagian dari 125 event dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan potensi pariwisata dan kebudayaan daerah,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkab Sumenep juga menerima Wilwatikta Awards 2026 dalam enam kategori, yakni kedaulatan pangan, pembangunan manusia dan kesejahteraan sosial, pengembangan pariwisata, pengentasan kemiskinan, lompatan pertumbuhan ekonomi, serta kesetaraan gender.

Di bidang tata kelola pemerintahan, Kabupaten Sumenep juga berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) selama sembilan tahun berturut-turut.

Fauzi menegaskan, berbagai penghargaan tersebut bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Seluruh prestasi yang telah diraih merupakan hasil kerja keras bersama. Ini tidak lepas dari dukungan DPRD, Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini ikut berkontribusi dalam pembangunan Sumenep,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI, Polri, instansi vertikal, civitas akademika, pelaku usaha, insan media, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, serta seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep.

Ia berharap sinergi dan kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dipertahankan demi mewujudkan pembangunan daerah yang semakin baik dan merata.

“Dirgahayu Kabupaten Sumenep ke-757. Mari terus menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat komitmen Bismillah Melayani demi Sumenep yang semakin maju, sejahtera, dan bermartabat,” pungkasnya.(*)

Berita lain di Pemerintahan