MEMO Online › Sorotan

Miris! Nasib Penggali Kubur di Bogor, Kerap Tak Bisa Makan dan Tinggal di Rumah Rusak

Sabtu, 31 Oktober 2026 10:48 WIB · 13 kali dibaca

Foto: Kondisi rumah Pak Amin
Foto: Kondisi rumah Pak Amin
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Bogor-  Kemiskinan masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian nyata dari pemerintah.

Di Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kondisi memprihatinkan itu dialami Amin, warga Kampung Lengis yang harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan ekonomi.

Amin hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Untuk bertahan hidup, ia mengandalkan pekerjaan sebagai penggali kubur dengan penghasilan yang tidak menentu.

Pekerjaan tersebut tidak selalu tersedia sehingga membuatnya kerap kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam kondisi tertentu, Amin bahkan harus menghadapi kenyataan pahit karena tidak bisa makan setiap hari.

Kesulitan ekonomi yang dialaminya semakin berat lantaran rumah yang ditempatinya juga mengalami kerusakan cukup parah.

Sebagian atap rumahnya telah berlubang dan lapuk dimakan usia. Kondisi tersebut menambah beban hidup Amin, yang selama ini harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus bertahan di tempat tinggal yang kurang layak.

Situasi yang dialami Amin bukan sekadar persoalan penghasilan rendah. Ia juga membutuhkan akses terhadap kebutuhan pangan, tempat tinggal yang aman, serta perlindungan sosial agar dapat menjalani kehidupan yang lebih layak.

Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ciadeg, Ujang, membenarkan kondisi memprihatinkan yang dialami Amin. Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan bantuan sesuai dengan kebutuhan warga tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Ciadeg, Wahyu, mengatakan pemerintah desa telah mengunjungi kediaman Amin sekitar dua bulan lalu. Dalam kunjungan tersebut, pihak desa memberikan bantuan berupa kompor dan penanak nasi.

Meski demikian, melihat kondisi yang masih dihadapi Amin, bantuan lanjutan dinilai perlu dilakukan agar persoalan yang dialaminya dapat ditangani secara lebih menyeluruh.

Bantuan kebutuhan pokok menjadi salah satu kebutuhan mendesak. Selain itu, kondisi rumahnya juga perlu mendapat perhatian melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

Dinas Sosial Kabupaten Bogor bersama instansi terkait diharapkan segera melakukan verifikasi terhadap kondisi sosial dan ekonomi Amin. Langkah tersebut penting untuk memastikan apakah ia telah terdata sebagai penerima bantuan sosial serta membuka akses terhadap program perlindungan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Kisah Amin menjadi pengingat bahwa upaya pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya diukur dari banyaknya program yang diluncurkan. Lebih dari itu, keberhasilan program harus terlihat dari sejauh mana masyarakat yang paling membutuhkan benar-benar mendapatkan manfaat.

Amin merupakan gambaran warga yang membutuhkan kehadiran pemerintah secara nyata. Jangan sampai seseorang yang hidup dalam keterbatasan harus terus berjuang sendirian hanya untuk mendapatkan makanan dan tempat tinggal yang layak.

Kini, perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah serta pihak terkait sangat diharapkan agar Amin dapat memperoleh bantuan yang tepat dan menjalani kehidupan dengan lebih layak.(Yunarson)

Berita lain di Sorotan