MEMO Online › Seni & Budaya

Bupati Fauzi Dorong Pelajar Berani Berkarya dan Junjung Toleransi di Peluncuran Program 1001 Puisi

Jumat, 30 Oktober 2026 18:18 WIB · 8 kali dibaca

Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo
Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Sumenep- Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, meluncurkan program 1001 Puisi di SMPN 1 Kalianget, Jumat (30/10/2026). Program ini menjadi langkah Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memperkuat budaya literasi sekaligus menumbuhkan kreativitas dan karakter positif di kalangan pelajar.

Kehadiran Bupati Achmad Fauzi bersama Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, H. Moh. Iksan, disambut hangat oleh keluarga besar SMPN 1 Kalianget. Pengalungan bunga oleh siswa mengawali rangkaian kegiatan, dilanjutkan dengan pertunjukan tari tradisional, tarian massal para siswi, serta penampilan paduan suara pelajar.

Beragam penampilan tersebut menunjukkan potensi dan kreativitas siswa dalam mengembangkan bakat seni sekaligus membangun karakter generasi muda melalui lingkungan pendidikan.

Suasana semakin menarik ketika Bupati Achmad Fauzi naik ke panggung untuk membacakan puisi hasil karyanya sendiri berjudul “Rukun dengan Teman”.

Puisi tersebut menyampaikan pesan tentang persahabatan, toleransi, sikap saling menghormati, serta pentingnya menjaga kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Achmad Fauzi menegaskan bahwa program 1001 Puisi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun karakter generasi muda melalui penguatan literasi.

“Program 1001 Puisi ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami ingin menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap literasi dan mendorong mereka berani melahirkan karya,” ujar Achmad Fauzi.

Menurutnya, puisi memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan kehidupan melalui bahasa yang sederhana, tetapi mampu menyentuh perasaan dan membangun kesadaran sosial.

Karena itu, ia menilai sastra perlu diperkenalkan lebih dekat kepada pelajar agar mereka terbiasa menuangkan gagasan, mengembangkan imajinasi, serta menyampaikan pemikiran secara positif.

“Melalui puisi, anak-anak bisa belajar menyampaikan gagasan, mengasah kepekaan, serta memahami nilai persahabatan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Kepala SMPN 1 Kalianget, H. Marsuto, turut memberikan teladan dengan membacakan puisi hasil karyanya sendiri. Keterlibatan tersebut menjadi gambaran bahwa budaya literasi perlu dibangun bersama oleh seluruh unsur pendidikan, baik siswa maupun tenaga pendidik.

Guru dan kepala sekolah, menurut semangat program tersebut, memiliki peran penting dalam menginspirasi siswa agar berani berekspresi dan mengembangkan potensi melalui karya.

Bupati Achmad Fauzi juga mengapresiasi antusiasme para siswa yang terlibat dalam peluncuran program 1001 Puisi. Ia berharap semangat membaca, menulis, dan berkarya terus tumbuh meskipun kegiatan peluncuran telah berakhir.

“Puisi adalah jembatan hati. Saya ingin anak-anak Sumenep tumbuh menjadi generasi yang kreatif, saling menghargai, hidup rukun, dan terus berprestasi,” katanya.

Ia menambahkan, kebiasaan berkarya sejak bangku sekolah dapat menjadi bekal penting bagi pelajar untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Teruslah menulis, membaca, dan berkarya. Jangan takut menuangkan ide melalui puisi, karena dari karya sederhana bisa lahir pemikiran besar bagi masa depan Sumenep,” pungkasnya.

Peluncuran program 1001 Puisi di SMPN 1 Kalianget diharapkan menjadi pemantik berkembangnya ekosistem literasi di lingkungan pendidikan Kabupaten Sumenep.

Melalui program ini, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keberanian berekspresi, dan karakter yang menjunjung tinggi persaudaraan.

Lebih dari sekadar kumpulan karya sastra, program 1001 Puisi membawa pesan bahwa literasi dapat menjadi sarana memperkuat persatuan, menanamkan nilai toleransi, serta membentuk generasi muda yang kreatif, berbudaya, dan berkarakter.(*)

Berita lain di Seni & Budaya