Baru Direvitalisasi Sudah Bocor, SMAN 1 Lumajang Jadi Sorotan. LSM Ampel Indikasikan Kesalahan Teknis
MEMOonline.co.id. Lumajang- Salah satu ruang kelas di SMAN 1 Lumajang sempat tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada Jumat (30/10/2026), setelah terjadinya kebocoran yang menetes melalui plafon ruangan.
Akibatnya, proses belajar mengajar terpaksa dialihkan ke ruang kelas lain. Peristiwa ini memicu pertanyaan publik, mengingat bangunan tersebut baru saja rampung dibenahi melalui program revitalisasi gedung sekolah Tahun Anggaran 2026.
Kepala Sekolah SMAN 1 Lumajang, M. Agus Wibisono, membenarkan peristiwa tersebut sekaligus menjelaskan penyebab insiden.
"Pipa untuk wastafel di bagian depan itu patah. Pipa dari tandon air dilewatkan di atas ruang kelas yang direvitalisasi, dan ternyata pipa tersebut patah. Airnya menembus plafon sehingga terlihat seperti kebocoran di ruangan," jelas M. Agus Wibisono.
Namun penjelasan ini tidak sepenuhnya meredakan kekhawatiran pihak luar. Arsyad Subekti, Ketua LSM Ampel Lumajang, menilai insiden ini mengindikasikan adanya kelalaian teknis yang perlu ditelusuri lebih dalam.
"Menurut penilaian kami, kejadian ini mengindikasikan adanya kesalahan teknis yang mendasar. Seharusnya perencanaan, pemasangan, maupun pemilihan material sudah melalui standar pengawasan yang ketat. Jika pipa terpasang dengan benar dan dalam kondisi baik, tidak seharusnya hal ini terjadi dalam waktu sesingkat itu setelah proyek selesai," tegas Arsyad Subekti.
Lebih lanjut, Arsyad mempertanyakan prosedur pemeriksaan akhir yang seharusnya dilakukan sebelum bangunan diserahkan ke pihak sekolah.
"Siapa yang memeriksa dan menyatakan pekerjaan ini layak digunakan? Apakah ada pengujian fungsi instalasi air sebelum proyek dinyatakan selesai? Ini yang perlu ditelusuri secara transparan. Anggaran publik harus dipertanggungjawabkan dengan kualitas yang terjamin, bukan berujung pada gangguan kegiatan belajar mengajar," imbuhnya.
Saat ini perbaikan sudah berjalan di lokasi dengan sejumlah pipa baru disiapkan sebagai pengganti. Awak media akan terus memantau perkembangan dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait.(Mas Her)