MEMO Online › Pendidikan

Disdikdaya Kabupaten Probolinggo dan KPA Latih 80 Siswa Jadi Pendidik Sebaya HIV/AIDS

Kamis, 29 Oktober 2026 12:40 WIB · 22 kali dibaca

Foto: Pelatihan Pendidik Sebaya di Ruang Agus Salim Kantor Disdikdaya Kabupaten Probolinggo
Foto: Pelatihan Pendidik Sebaya di Ruang Agus Salim Kantor Disdikdaya Kabupaten Probolinggo
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Sebanyak 80 siswa dari 40 SMP negeri di Kabupaten Probolinggo dibekali pengetahuan tentang HIV/AIDS melalui pelatihan pendidik sebaya yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Rabu–Kamis (28–29/10/2026).

Pelatihan di ruang Agus Salim Kantor Disdikdaya Kabupaten Probolinggo ini diarahkan untuk memperluas edukasi kesehatan di lingkungan sekolah.

Setiap sekolah mengirimkan dua siswa yang diharapkan dapat meneruskan informasi kepada teman sebaya masing-masing.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati mengatakan para peserta dipersiapkan menjadi duta sekolah yang mampu menyampaikan informasi mengenai HIV/AIDS dan pentingnya menjaga kesehatan diri.

“Anak-anak yang menjadi duta dari masing-masing sekolah ini kami harapkan mampu memberikan sosialisasi kepada teman-teman sebayanya. Dengan begitu, mereka lebih mengenal bahaya dan risiko HIV/AIDS serta memahami pentingnya menjaga kesehatan diri,” ujarnya.

Menurut Like, edukasi kesehatan bagi pelajar SMP perlu dilakukan dengan penyampaian informasi yang tepat dan mudah dipahami.

Para siswa yang mengikuti pelatihan diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan untuk diri sendiri, tetapi juga membagikannya kepada teman-teman di sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati dalam kegiatan pelatihan pendidik sebaya tentang HIV/AIDS.

“Peran guru sangat penting untuk memastikan kegiatan edukasi sebaya berjalan dengan baik. Guru diharapkan memberikan pendampingan dan arahan kepada dua siswa yang telah mendapatkan pembekalan agar informasi yang disampaikan dapat menjangkau lebih banyak pelajar,” jelasnya.

“Penyakit HIV/AIDS harus kita waspadai dan risiko penularannya perlu dipahami. Namun, orang yang hidup dengan HIV/AIDS harus tetap kita dekati, bukan dikucilkan. Itu menjadi salah satu pesan penting yang perlu dipahami anak-anak,” tegasnya.

Sementara Sekretaris KPA Kabupaten Probolinggo Awi berharap para pelajar semakin memahami HIV/AIDS dan mampu menjaga diri saat memasuki masa remaja.

Ia mengingatkan pentingnya mengenali perilaku berisiko serta mempertimbangkan dampaknya terhadap masa depan.

“Saya meminta para peserta menyampaikan kembali materi pelatihan kepada teman-teman di sekolah masing-masing. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat menyebar ke lingkungan pelajar yang lebih luas,” ujarnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati dan Sekretaris KPA Kabupaten Probolinggo Awi dalam kegiatan pelatihan pendidik sebaya tentang HIV/AIDS.

Ia berharap edukasi sebaya dapat membantu membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman kesehatan memadai, mampu mengambil keputusan secara bijak dan tetap peduli terhadap sesama.

“Semakin banyak yang paham, maka Probolinggo akan semakin SAE dan generasi kita akan menjadi generasi yang gemilang, masa depan cerah dan cita-citanya bisa tercapai,” harapnya.

Melalui kolaborasi KPA dan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk memperkuat edukasi HIV/AIDS di sekolah.

Keterlibatan siswa sebagai pendidik sebaya dan dukungan guru diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat, inklusif dan bebas stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV/AIDS.(Agus)

Berita lain di Pendidikan