iklan untuk wartawan baru

MEMO OnlinePeristiwa Daerah

‎Suasana Memanas, Warga Kibarkan Merah Putih di Lahan PT Kali Jeruk Baru. Imam Kholik Buka Suara Soal Penahanan Hasan

Sabtu, 19 September 2026 12:24 WIB

Foto : Masa mengibarkan bendera merah putih sebagai simbol penguasaan rakyat, dan memaksa mundur pihak yang dianggap preman. (doc.memoonline).
Foto : Masa mengibarkan bendera merah putih sebagai simbol penguasaan rakyat, dan memaksa mundur pihak yang dianggap preman. (doc.memoonline).
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketegangan di kawasan perkebunan PT Kali Jeruk Baru, Desa Randuagung, kian memuncak. Menyusul insiden ancaman dan penahanan kemarin, massa warga kini terus bertambah jumlahnya.‎

iklan dbhct lumajang

‎ ‎Sabtu (19/9/2026) siang, warga kembali turun ke lokasi dan membentangkan bendera Merah Putih sebagai simbol penguasaan rakyat atas tanah yang dipersengketakan.‎

‎ ‎Pantauan lapangan Memoonline menyuguhkan situasi yang tegang namun terkendali di permukaan. Menghadapi kerumunan warga yang bersatu, Imam Kholik, perwakilan keamanan perusahaan, turun langsung berdialog.‎

Ia berupaya meredam emosi dengan pendekatan kemanusiaan.‎

‎ ‎“Kita ini jangan saling berhadapan antara keamanan dan warga. Kita bicara antar saudara dari hati ke hati. Banyak di antara kita yang bertetangga atau bersaudara, kan?” ucap Imam membuka pembicaraan.‎

‎ ‎Ia pun meluruskan kabar yang beredar luas terkait insiden penahanan Ketua Organisasi Tani Lokal, Hasan. Imam menjelaskan konteks kejadian saat mediasi di hadapan Polres Lumajang.‎

‎ ‎“Kabarnya Pak Hasan diikat? Kami klarifikasi. Kenapa dibawa ke kantor perkebunan? Karena Pak Hasan dianggap menyalahi kesepakatan,” terang Imam.‎

‎ ‎Ia memaparkan kronologi pembicaraannya dengan Hasan.‎

‎ ‎“Pak Hasan berkata: Mas Imam, jangan, masa ini tak stop dulu, saya mau tunjukkan izin. Saya jawab: silakan, kalau ada izin saya tidak bisa halangi, itu hak demokrasi, semua warga negara berhak, tinggal ikuti prosedurnya," terangnya.‎

‎ ‎Imam Kholik menegaskan sikap perusahaan yang terbuka namun tetap pada koridor hukum.‎

‎ ‎“Jadi monggo, jika bapak ibu ingin melakukan kegiatan ini, silakan, asalkan tunjukkan izin resmi. Saya tidak akan melarang, dan saya yang bertanggung jawab jika ada pihak yang menghalangi selama izin sah dimiliki,” tegasnya.‎

‎ ‎Meski sudah ada upaya penjelasan, suasana tetap tidak mencair. Warga tampak teguh dengan pendiriannya.‎

‎ ‎Akhirnya, diiringi teriakan dan sorakan massa yang menggelegar, tim keamanan perusahaan memilih untuk beranjak meninggalkan lokasi.‎

Warga tetap berdiri tegak di bawah kibaran bendera Merah Putih, menandakan konflik lahan ini masih jauh dari titik terang.‎

iklan bawag

Berita lain di Peristiwa Daerah