iklan untuk wartawan baru

MEMO OnlineHukum & Kriminal

Pasca Pasang Benner Somasi dan Patok Lahan, Ketua Petani Diancam “Tampar” hingga Diseret PT Kali Jeruk Baru

Sabtu, 19 September 2026 07:58 WIB

Foto : Screenshot video diterima redaksi Memoonline dengan tali tampar ditandai panah. (doc. Memoonline)
Foto : Screenshot video diterima redaksi Memoonline dengan tali tampar ditandai panah. (doc. Memoonline)
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketegangan memuncak tajam sehari setelah ratusan warga memasang banner somasi di sepanjang akses Desa Randuagung.‎

iklan dbhct lumajang

Upaya lanjutan warga yang memasang patok batas di kawasan perkebunan justru berbalas ancaman kekerasan dan intimidasi terang-terangan yang terekam dalam video sampai ke redaksional Memoonline, Jum'at (18/9/2026) malam.‎

‎ ‎Dalam rekaman tersebut terlihat jelas, Jun (Ketua Serikat Tani Lumajang) dan Hasan (Ketua Organisasi Tani Lokal) dikepung sekelompok orang yang diduga berstatus preman bersenjata berupa tali tampar, didampingi langsung oleh petugas keamanan PT Kali Jeruk Baru, Imam Kholik.‎

Suasana memanas dan penuh tekanan

‎ ‎Seorang pria berperawakan gemuk bercaping kain hitam tampil dominan, menuduh Jun selaku pemandu aksi. Ia menepuk pundak Jun dengan nada menantang.‎

‎ ‎“Kan sampean pemandunya pak. Sampean jadi provokator di sini ya, di sana terjadi pematokan. Sampean tanggung jawab,” ucap pria itu lantang.‎

‎ ‎Jun mencoba merespons dengan tenang, menyebut upaya diskusi yang sempat berjalan namun terhenti. Namun jawaban itu tak didengar.‎

Di sisi lain, terlihat pria lain berbaju lengan panjang dan bertopi hitam memegang tali tampar sambil melambaikannya sebagai ancaman nyata.‎

‎ ‎“Pokok harus dicabut patok itu, saya tadi kan sudah bilang. Kalau tidak dicabut tetap diikat ini,” tegasnya sambil memainkan tali di tangan.‎

‎ ‎Pihak perusahaan diwakili Imam Kholik turut menyela, mengaku sudah berusaha bersikap baik namun bersikap buntu.‎

‎ ‎“Tidak bisa, tetap harus cabut semua,” ketus Imam Kholik mematikan ruang diskusi.‎

‎ ‎Jun dan Hasan sempat mencoba memperkuat argumen dengan memutar rekaman suara (voice note) dari pihak lain lewat ponsel mereka, namun langkah tersebut tak mempan meluluhkan sikap keras pihak lawan.‎

‎ ‎Pria berbadan gemuk itu kembali mengancam, menegaskan Jun akan ditahan jika patok tetap berdiri.‎

‎“Kalau nanti di sana masih ada patok, bapak ini kita tahan, ini provokator, karena ini putra daerah ya,” ulangnya seraya kembali menekan pundak Jun.‎

‎ ‎Kondisi memuncak pada aksi pemaksaan. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, intimidasi tak berhenti pada ancaman kata-kata.‎

Jun dan Hasan dipaksa secara kasar, diseret, dan dibawa paksa menuju balai perkebunan.‎

‎ ‎Peristiwa ini menjadi bukti nyata eskalasi konflik yang tajam dari protes damai berupa spanduk dan patok, kini berubah menjadi peristiwa tekanan fisik dan penahanan tidak wajar di tengah sengketa lahan yang terus bergulir.‎

iklan bawag

Berita lain di Hukum & Kriminal