iklan utama

MEMO OnlinePendidikan

SMSI Sumenep Dorong SKK Migas Jabanusa Gelar UKW di Madura, Wahyudi: Jangan Sampai Wartawan Pemula Dikesampingkan

Kamis, 17 September 2026 19:40 WIB

Foto: Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi
Foto: Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Sumenep- Program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang intensif digelar SKK Migas Jabanusa mendapat apresiasi dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep.

uji iklan

Namun, SMSI Sumenep berharap pelaksanaan UKW tersebut tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi juga menyentuh wartawan di daerah, khususnya Madura.

Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, menilai UKW merupakan salah satu instrumen penting untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi wartawan di tengah dinamika industri media yang terus berkembang.

“Kami mengapresiasi SKK Migas Jabanusa yang intens melaksanakan UKW bagi wartawan. Ini merupakan langkah positif untuk memberikan kesempatan kepada wartawan meningkatkan kompetensinya,” ujar Wahyudi, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, kesempatan mengikuti UKW perlu diperluas, terutama bagi wartawan di daerah serta mereka yang masih tergolong pemula.

Wahyudi menyebut, hingga kini masih banyak wartawan di Madura, khususnya Kabupaten Sumenep, yang belum memiliki kesempatan mengikuti UKW.

Salah satu kendalanya adalah keterbatasan akses terhadap program UKW yang diselenggarakan oleh institusi tertentu.

“Kalau mengikuti UKW melalui program SKK Migas, biasanya yang mendapat kesempatan adalah wartawan yang mendapatkan undangan. Sementara banyak wartawan di daerah yang belum tersentuh,” katanya.

Di sisi lain, mengikuti UKW melalui jalur mandiri juga tidak selalu mudah dijangkau.

Biaya yang harus dikeluarkan menjadi salah satu pertimbangan, terutama bagi wartawan yang masih merintis profesinya.

Karena itu, SMSI Sumenep mendorong SKK Migas Jabanusa mempertimbangkan Madura sebagai salah satu lokasi pelaksanaan UKW.

“Harapan kami, ke depan pelaksanaan UKW juga bisa ditempatkan di wilayah Madura. Dengan begitu, wartawan daerah, termasuk wartawan pemula, mempunyai kesempatan yang lebih terbuka untuk meningkatkan kompetensinya,” tegas Wahyudi.

Ia menilai pelaksanaan UKW di daerah bukan sekadar persoalan lokasi, melainkan juga menyangkut pemerataan kesempatan dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme wartawan.

Terlebih, Madura memiliki banyak media dan wartawan yang selama ini aktif melakukan peliputan berbagai persoalan masyarakat, pembangunan daerah, hingga aktivitas industri dan ekonomi.

Wahyudi juga mengingat bahwa kegiatan UKW di wilayah Madura, khususnya Sumenep, sebelumnya pernah dilaksanakan oleh PT Kangean Energi Indonesia (KEI).

Berdasarkan ingatannya, kegiatan tersebut berlangsung sebanyak dua kali, yakni sekitar 2021 dan 2022.

“Kalau tidak keliru, PT KEI pernah melaksanakan UKW di Sumenep dua kali, sekitar tahun 2021 dan 2022. Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan UKW di Madura sangat memungkinkan,” ujarnya.

Selain mendorong pemerataan UKW, SMSI Sumenep juga menyatakan dukungannya terhadap berbagai program kemasyarakatan yang dijalankan SKK Migas Jabanusa di wilayah Madura.

Menurut Wahyudi, sinergi antara industri hulu migas, masyarakat, dan insan pers perlu terus dibangun melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Kami tentu sangat mendukung setiap program kemasyarakatan SKK Migas Jabanusa di wilayah Madura. Harapannya, sinergi ini terus berjalan dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

iklan bawag

Berita lain di Pendidikan