Resmi Dibuka, Perangkat Daerah hingga Pelajar Bisa Ikut Anugerah Inovasi Daerah BRIDA Sumenep 2026
MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), resmi membuka pendaftaran Anugerah Inovasi Daerah (AID) Kabupaten Sumenep Tahun 2026.
Ajang tersebut menjadi ruang bagi masyarakat maupun berbagai unsur pemerintahan di Kabupaten Sumenep untuk menunjukkan gagasan dan inovasi terbaik yang dinilai mampu memberikan manfaat serta nilai tambah bagi daerah.
Pada tahap awal, peserta diminta mengajukan proposal yang memuat gagasan atau inovasi yang telah diterapkan maupun memiliki potensi memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Program yang merupakan bagian dari upaya Pemkab Sumenep dalam mendorong budaya inovasi tersebut terbuka bagi berbagai kelompok peserta, termasuk perangkat daerah, puskesmas, masyarakat, hingga pelajar.
Pengajuan proposal AID Kabupaten Sumenep 2026 telah dibuka sejak 26 Agustus 2026 dan akan berakhir pada 20 September 2026.
Tidak hanya inovasi berbasis teknologi, AID 2026 juga memberikan kesempatan bagi inovasi non-digital.
Dengan demikian, berbagai gagasan kreatif yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat tetap dapat diajukan dan dinilai.
Untuk tahun 2026, pengajuan proposal dilakukan secara daring melalui sistem SIMBRIDA yang disediakan BRIDA Kabupaten Sumenep.
Calon peserta dapat mengakses kanal pengajuan melalui brida.sumenepkab.go.id.
Sementara informasi mengenai pedoman dan ketentuan pelaksanaan AID 2026 dapat diakses melalui linktr.ee/aid2026.
Sebelum mengajukan proposal, calon peserta diimbau membaca dan memahami pedoman yang telah disediakan.
Hal tersebut penting agar proposal yang diajukan sesuai dengan ketentuan serta mekanisme yang ditetapkan oleh penyelenggara.
Anugerah Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep 2026 diharapkan menjadi wadah untuk mengidentifikasi, mengembangkan, sekaligus memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang tumbuh di tengah masyarakat dan lingkungan pemerintahan.
Melalui ajang tersebut, inovasi digital maupun non-digital yang memberikan manfaat nyata bagi daerah memiliki ruang untuk diperkenalkan, dikembangkan, dan mendapatkan apresiasi.