Catat! Proyek Molor? Bupati Lumajang 'Saya Akan Blacklist'
MEMOonline.co.id. Lumajang- Belakangan tranding tema pemberitaan tentang proyek infrastruktur dengan ragam peristiwanya. Dari pengerjaan molor, hingga dugaan dikerjakan asal-asalan, sehingga secara tidak langsung, dinilai berdampak negatif pada daerah.
Situasi ini memantik redaksi keras, Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati M.Si. Bupati memastikan tindakan tegas, bagi kontraktor dikategorikan nakal, berupa pemblokiran atau blacklist, jika terbukti tak bisa berkomitmen.
Menurut Bupati Lumajang, pengerjaan proyek yang tak sesuai, bisa menggangu kelancaran aktivitas masyarakat sekitar.
Ungkapan tegas itu disampaikan, saat orang nomer satu di pemerintahan Kabupaten Lumajang itu, menggelar acara muhasabah dengan awak media, di Pendopo Arya Wiraraja, Selasa kemarin.
"Kalau molor, saya blacklist seumur hidup agar tidak dapat proyek di Lumajang kalau tidak selesai," tegasnya.
Meski terdapat regulasi mengenai perpanjangan waktu atau denda, Bupati Lumajang tetap akan mengambil langkah ekstrem bagi pihak yang menurutnya tidak bisa bekerja secara profesional.
Terpisah, hasil evaluasi dan kajian memoonline dari sejumlah sumber di lapangan, selain tindakan tegas, Bupati Lumajang dianggap perlu mengkoreksi mendalam, berkaitan dengan pelaksana proyek. Harus dipastikan, tidak ada campur tangan pihak lain atau pihak ke tiga didalamnya.
Istilah ini kerap dikenal dengan sebutan pinjam bendera. Ungkapan ini sudah tak asing lagi di kalangan pekerja proyek, hingga sampai menjadi buah bibir masyarakat.
Proyek yang jelas menjadi sorotan Bupati Lumajang, hingga direspon keras sebagai bentuk keseriusan diri dalam memimpin daerah, lantang diutarakan yakni pengerjaan proyek drainase di Kecamatan Senduro.
Kata Bupati, jangan nawar-nawar proyek jika tak punya modal. Bukan isapan jempol, Bupati Lumajang yang kerap disapa Bunda Indah itu, kian membuktikan jati dirinya jika tak mau main-main dengan kepentingan masyarakat.
Dilain sisi, juga ada proyek pemasangan paving di Kecamatan Rowokangkung yang turut molor. Data dihimpun, pelaksana proyek tersebut sudah menerima SP-1 dan SP-2 dari dinas terkait.
Mirisnya, pantauan memoonline, menyikapi situasi terkini, proyekpun dikerjakan diduga kuat asal jadi, mengejar waktu lekas selesai.
Respon masyarakat, meminta pengerjaan dievaluasi menyeluruh. Masyarakat meminta, sedianya jangan sampai Bupati (Bunda Indah) kecewa melihat hasil pengerjaan di waktu atau hari berikutnya.
Media ini akan terus melakukan pemantauan, berikut menggunakan jejaring informasi, mengutip ketegasan Bupati Lumajang, sedianya Kabupaten Lumajang menjadi daerah yang kondusif, tertib dari segala aspek, serta masyarakat benar-benar memperoleh manfaat maksimal dari program pengerjaan kontruksi, terhindar dari kontraktor nakal.