Sengketa Lahan PT Kali Jeruk Baru Memanas, Warga Layangkan Surat Minta Audiensi Secepatnya ke Bupati Lumajang
MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketegangan di kawasan perkebunan PT Kali Jeruk Baru, Kecamatan Randuagung, kini masuk jalur resmi.
Kelompok Petani Kali Jeruk Gunung Lemongan mengirimkan surat resmi bernomor 08/KPK-GL/IX/2026 kepada Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., meminta pertemuan langsung dan penyelesaian terbuka atas sengketa lahan yang melibatkan tiga desa — Salak, Kalipenggung, dan Ranulogong.
Dalam surat bertanggal penting itu, warga menyampaikan keresahan yang makin meluas.
Sejak 17 September 2026, masyarakat telah memasang banner pernyataan sikap, lalu melanjutkan dengan penguasaan dan pengelolaan kembali lahan mulai 18–21 September 2026. Kegiatan ini ditegaskan akan terus berlanjut hingga ada kepastian keputusan.
Warga juga mengemukakan kekhawatiran nyata berupa ancaman kriminalisasi terhadap mereka yang berjuang. Tanpa langkah cepat pemerintah, konflik berpotensi meluas lebih besar.
"Surat ini menegaskan warga tidak bermaksud mengabaikan prosedur, melainkan memohon Pemerintah Kabupaten memfasilitasi: dialog terbuka, verifikasi lapangan, dan koordinasi lintas instansi," ucap Asan dikutip Ketua Kelompok Tani Kali Jeruk Lemongan, Rabu (23/9/2026).
Dalam audiensi yang dimohon segera, warga akan menyampaikan secara langsung:
1. Kronologi lengkap persoalan lahan
2. Bukti penguasaan turun-temurun
3. Kondisi nyata pemanfaatan lahan di lapangan
4. Usulan pembentukan tim terpadu verifikasi independen
5. Permintaan jaminan ketenangan — semua pihak menahan diri dari tindakan yang memicu gesekan selama proses berjalan
Tembusan Dikirim ke Lembaga Tinggi
Surat ini tidak hanya ditujukan kepada Bupati, tetapi juga ditembuskan secara luas kepada:
1. KPK RI 2. Baintelkam Mabes Polri 3. Menteri ATR/BPN 4. Gubernur Jawa Timur 5. Kapolda Jatim 6. DPRD Lumajang 7. Serta seluruh instansi terkait hingga tingkat desa
Langkah ini menunjukkan perjuangan warga kini berdiri di atas jalur hukum yang tercatat, resmi, dan diawasi banyak pihak.
Warga berharap pertemuan dilakukan sesegera mungkin — sebelum api keresahan berubah menjadi bentrokan yang tidak diinginkan.(*)