Kapolres Probolinggo Siapkan Strategi Khusus Hadapi Pilkades Serentak 2027
MEMOonline.co.id. Probolinggo- Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengajak Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Probolinggo memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2027.
Ajakan tersebut disampaikan Asmida saat bersilaturahmi dengan pengurus dan anggota PKDI Kabupaten Probolinggo, Kamis (24/9/2026).
Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi sejak dini guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Menurut Asmida, pengamanan Pilkades perlu dipersiapkan jauh sebelum tahapan pelaksanaan dimulai. Idealnya, persiapan dilakukan sedikitnya enam bulan sebelumnya agar berbagai potensi kerawanan dapat dipetakan dan diantisipasi.
“Setidaknya pengamanan Pilkades dilakukan enam bulan sebelumnya. Namun, alangkah baiknya kita mulai lebih awal. Bagaimana komunikasi kita untuk mempersiapkan pengamanan Pilkades serentak 2027 nanti,” kata Asmida.
Ia mengungkapkan, salah satu tantangan yang dihadapi Polres Probolinggo adalah keterbatasan jumlah personel. Saat ini, kekuatan personel disebut baru sekitar sepertiga dari kebutuhan ideal, baik personel berseragam maupun tidak berseragam.
Kondisi tersebut membuat kepolisian perlu membangun pola pengamanan yang melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah desa. Kepala desa diharapkan dapat menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan di wilayah masing-masing.
“Kita perlu bersama-sama mencari solusi. Dengan jumlah personel yang terbatas, apakah kita mampu mengamankan Pilkades? Karena itu, kami mohon dukungan bapak dan rekan-rekan semua agar ke depan situasi bisa lebih aman,” ujarnya.
Asmida juga menyoroti pentingnya penguatan keamanan hingga tingkat kecamatan dan desa. Selama hampir dua bulan bertugas di Kabupaten Probolinggo, ia mengaku masih menemukan sejumlah Polsek dengan keterbatasan personel.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan memindahkan personel dari satu Polsek ke Polsek lainnya. Sebab, penambahan personel di satu wilayah otomatis dapat mengurangi kekuatan di wilayah lain.
Karena itu, Polres Probolinggo mulai membangun komunikasi dengan para kepala desa untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sekaligus mencari solusi sesuai kondisi masing-masing wilayah.
“Bagaimana caranya keamanan wilayah kita tetap terjaga. Karena kalau wilayah tidak aman, ekonomi juga berpengaruh. Kalau ekonomi terpengaruh, ujung-ujungnya generasi muda tidak bisa mengenyam pendidikan dengan baik,” jelasnya.
Asmida menegaskan, keamanan memiliki kaitan erat dengan pembangunan daerah. Kondisi yang aman akan memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat untuk berkembang.
“Kita tidak ingin Probolinggo terjun ke bawah. Kita ingin menciptakan Probolinggo yang SAE,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian.
Peran masyarakat, termasuk kepala desa, sangat penting karena pemerintah desa merupakan unsur pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Yang kita tampilkan sekarang adalah bagaimana bersama-sama dengan masyarakat, dalam hal ini para kepala desa, mencari solusi bersama-sama dan mendeteksi potensi permasalahan yang ada, termasuk persiapan Pilkades serentak tahun depan,” katanya.
Kapolres juga menilai Pilkades memiliki potensi kerawanan tersendiri karena prosesnya berlangsung langsung di tengah masyarakat. Persaingan antarkandidat dapat bersentuhan dengan kepentingan sosial dan hubungan antarwarga di tingkat desa.
Karena itu, komunikasi antara kepolisian dan pemerintah desa dinilai perlu terus dibangun. Setiap perkembangan situasi di desa diharapkan dapat diketahui lebih cepat sehingga tahapan Pilkades 2027 dapat berjalan aman, lancar, dan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Ketua PKDI Kabupaten Probolinggo Sanimo menyambut baik silaturahmi tersebut. Ia mengatakan, kerja sama antara kepala desa dan kepolisian sangat penting untuk menciptakan Kabupaten Probolinggo yang aman dan kondusif.
Menurut Sanimo, keterbatasan personel kepolisian menjadi alasan penting bagi pemerintah desa untuk ikut mengambil peran dalam menjaga keamanan di wilayah masing-masing.
“Harapannya, kita dapat selalu bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk menciptakan Kabupaten Probolinggo yang lebih kondusif,” ujar Sanimo.
Ia menegaskan, kepala desa merupakan pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, berbagai persoalan di desa dapat lebih cepat diketahui dan disampaikan kepada aparat kepolisian.
Sanimo juga mengungkapkan bahwa ketika terjadi gangguan keamanan di desa, kepala desa kerap ikut mendapat sorotan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi alasan bagi pemerintah desa untuk aktif menjaga kamtibmas.
“Kalau terjadi pembegalan, bukan hanya pihak kepolisian yang mendapatkan cacian. Kami sebagai kepala desa juga seperti itu, apalagi jika terjadi di desa kami. Kami bisa dianggap tidak melakukan patroli,” katanya.
Sanimo menegaskan, PKDI siap menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kepala desa, kata dia, dapat berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan aparat keamanan.
“Kalau bapak dan ibu polisi menjadi bemper depan, kami masyarakat dan kepala desa siap menjadi bemper belakang. Kami siap bergerak bersama untuk mengamankan Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara kepala desa dan kepolisian tidak hanya berlangsung menjelang Pilkades 2027, tetapi terus berlanjut dalam mendukung berbagai program pembangunan pemerintah, baik pusat, provinsi maupun Kabupaten Probolinggo.
Sanimo juga mengajak seluruh kepala desa mendukung program pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris demi mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang aman, kondusif, dan sejahtera.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kapolres, Kapolsek dan seluruh anggota juga manusia yang membutuhkan waktu untuk bekerja dan beristirahat. Kalau kita bekerja sama dan bermitra dengan baik, insyaallah Probolinggo benar-benar bisa aman dan terkendali,” pungkasnya.