Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT 2026 Resmi Digelar, Gus Khoiron Siap Hadir di Banasare
MEMOonline.co.id. Sumenep– Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family resmi digelar di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kegiatan yang menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 ini mendapat antusiasme dari puluhan grup banjari di berbagai wilayah.
Diinisiasi DRT Gemar Bersholawat, festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi seni musik Islami. Kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta melestarikan tradisi shalawat yang telah mengakar di tengah masyarakat.
Festival ini sekaligus menjadi rangkaian menuju malam puncak DRT Gemar Bersholawat yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026, di Lapangan Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep.
Pada acara puncak tersebut, panitia akan menghadirkan Majelis Pemuda Bersholawat At-Taufiq dari Kabupaten Sampang, di bawah asuhan KH. Muhammad Khoiron Zaini atau yang akrab disapa Gus Khoiron.
Kehadiran majelis shalawat tersebut diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkumpul dan melantunkan shalawat bersama. Selain memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi dan mempererat kebersamaan umat.
Ketua Panitia Festival Banjari Al-Habsyi, Imam Mustain R., mengatakan kegiatan tersebut merupakan ikhtiar DRT Gemar Bersholawat untuk menghadirkan aktivitas keagamaan yang melibatkan masyarakat luas, terutama generasi muda dan komunitas pecinta shalawat.
Menurutnya, festival ini bukan semata-mata tentang persaingan memperebutkan Piala DRT The Big Family. Lebih dari itu, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi kelompok banjari untuk mengembangkan kreativitas, menunjukkan kemampuan, sekaligus memperkuat persaudaraan melalui seni Islami.
“Melalui Festival Banjari Al-Habsyi ini, kami ingin menghadirkan ruang positif bagi para pecinta shalawat untuk mengembangkan potensi, mempererat silaturahmi, dan bersama-sama merawat tradisi seni Islami. Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sumenep,” ujarnya.
Imam menambahkan, semangat Hari Santri Nasional perlu diwujudkan melalui kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keagamaan, menjaga akhlak, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Karena itu, festival ini diharapkan menjadi sarana bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus belajar tentang kedisiplinan, kekompakan, sportivitas, dan sikap saling menghormati.
Hadiah Jutaan Rupiah untuk Para Juara
Untuk menambah motivasi peserta, panitia menyediakan hadiah jutaan rupiah bagi grup yang berhasil meraih posisi terbaik.
Juara pertama akan memperoleh hadiah Rp5 juta, trofi, dan piagam penghargaan. Juara kedua mendapatkan Rp3 juta beserta trofi dan piagam, sedangkan juara ketiga memperoleh Rp1,5 juta, trofi, dan piagam.
Selain itu, panitia juga menyiapkan penghargaan khusus kategori Best Jingle dengan hadiah Rp1 juta dan piagam penghargaan.
Meski menawarkan hadiah menarik, Imam menegaskan bahwa nilai utama festival bukan hanya terletak pada hadiah maupun gelar juara. Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap shalawat menjadi hal yang lebih penting untuk dibangun melalui kegiatan tersebut.
“Kami berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi adab dan sportivitas. Kemenangan merupakan kebanggaan, tetapi menjaga persaudaraan dan menghidupkan shalawat jauh lebih penting,” tuturnya.
Selain sebagai ajang kompetisi, festival ini diharapkan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keagamaan. Kehadiran kelompok banjari dari berbagai wilayah juga menjadi kesempatan untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan memperluas jaringan persaudaraan antarkomunitas.
Ajak Masyarakat Hadiri Malam Puncak
Sebagai puncak rangkaian kegiatan, DRT Gemar Bersholawat mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sumenep untuk menghadiri acara pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026, di Lapangan Desa Banasare, Kecamatan Rubaru.
Panitia berharap kehadiran Gus Khoiron bersama Majelis Pemuda Bersholawat At-Taufiq dapat menghadirkan suasana religius dan penuh kebersamaan melalui lantunan shalawat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Sumenep untuk hadir dan meramaikan malam puncak DRT Gemar Bersholawat pada 31 Oktober 2026 di Lapangan Desa Banasare. Mari kita bersholawat bersama Gus Khoiron dan Majelis Sholawat At-Taufiq, sekaligus mempererat persaudaraan dalam suasana yang penuh keberkahan,” ajaknya.
Panitia berharap dukungan dan partisipasi masyarakat dapat menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum syiar Islam yang memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan di Kabupaten Sumenep.
Melalui Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family dan malam puncak DRT Gemar Bersholawat, panitia ingin menegaskan bahwa shalawat bukan sekadar lantunan pujian kepada Rasulullah SAW, tetapi juga sarana merawat tradisi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menebarkan nilai-nilai kebaikan.
Dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan sesaat. Lebih dari itu, festival tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap shalawat serta memperkuat tradisi keagamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Madura.(*)