MEMO Online › Seni & Budaya

Berpotensi Jadi Ikon Kota Keris, Pecinta MGG Dorong Kontes Masuk Kalender Event Sumenep

Minggu, 25 Oktober 2026 19:19 WIB

Foto: Para pecinta MGG Sumenep
Foto: Para pecinta MGG Sumenep
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Sumenep- Merpati Gingging (MGG), merpati khas Desa Gingging, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dinilai memiliki potensi besar menjadi ikon kebanggaan daerah. Para pecinta MGG pun mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memberikan perhatian lebih serius terhadap pelestarian dan pengembangan merpati khas tersebut.

Dorongan itu mengemuka dalam kegiatan silaturahmi dan ngopi bareng yang dikemas dengan mini kontes di sekitar Gunung Pegga’, Desa Gingging, Minggu (25/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat persaudaraan antarpenghobi sekaligus menjaga eksistensi MGG yang semakin dikenal di kalangan pecinta merpati.

Ketua Panitia, Habibi, mengatakan kegiatan tersebut diikuti ratusan merpati dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep. Peserta datang dari sejumlah kecamatan, di antaranya Gapura, Batang-Batang, dan Batuputih, serta beberapa wilayah lainnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga wadah berbagi pengalaman mengenai perawatan dan pengembangan MGG. Mini kontes yang digelar turut menambah antusiasme peserta sekaligus memperkuat kebersamaan komunitas.

Habibi mengungkapkan, selama ini kontes MGG lebih banyak diselenggarakan secara mandiri oleh komunitas pecinta merpati. Sementara itu, kontes berskala besar yang masuk dalam agenda resmi Pemerintah Kabupaten Sumenep dinilai masih perlu didorong.

Padahal, popularitas MGG disebut telah melampaui wilayah Madura dan menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Kontes merpati jenis tersebut bahkan kerap digelar di sejumlah kota besar di Tanah Air.

“MGG ini sebenarnya bisa menjadi ikon Kabupaten Sumenep, bahkan menjadi ciri khas Kota Keris. Karena itu, kami berharap ada perhatian khusus dari pemerintah daerah agar potensi ini bisa dikembangkan lebih luas,” ujar Habibi.

Ia berharap Pemkab Sumenep dapat memasukkan kontes MGG ke dalam kalender event daerah. Dengan dukungan pemerintah, kegiatan tersebut diharapkan berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu menarik peserta dari berbagai daerah.

Selain memperluas popularitas MGG, penyelenggaraan kontes resmi juga dinilai dapat menjadi sarana promosi potensi lokal Desa Gingging. Dengan demikian, keberadaan MGG tidak hanya menjadi kebanggaan para penghobi, tetapi juga dapat memperkuat identitas daerah.

Senada dengan itu, Kepala Desa Gingging, Habi, turut mendorong Pemkab Sumenep memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan MGG. Menurutnya, penyelenggaraan event berskala besar secara resmi oleh pemerintah dapat menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan merpati khas Desa Gingging kepada masyarakat yang lebih luas.

Pemerintah Desa Gingging juga mengapresiasi konsistensi para pecinta MGG yang selama ini aktif menjaga kelestarian merpati tersebut melalui berbagai kegiatan komunitas.

Dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai pihak diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian sekaligus membuka peluang pengembangan potensi lokal Desa Gingging.

“Kami berharap MGG bisa menjadi ikon baru Kabupaten Sumenep, karena peminatnya bukan hanya warga Madura, tetapi sudah menasional,” tandasnya. (*)

Berita lain di Seni & Budaya