Baru Dua Hari, Gerakan Bogor Bersatu Klaim Kumpulkan 300 Ribu Tanda Tangan Tolak Korupsi
MEMOonline.co.id. Bogor- Gerakan rakyat sipil Bogor Bersatu meluncurkan kampanye “Satu Juta Tanda Tangan Tolak Korupsi”.
Gerakan tersebut mendapat dukungan dari berbagai lapisan masyarakat.
Dalam waktu dua hari sejak penggalangan dimulai, Bogor Bersatu menyebut telah mengumpulkan lebih dari 300.000 tanda tangan warga yang menyatakan penolakan terhadap segala bentuk penyimpangan dan praktik korupsi di Kabupaten Bogor.
Dukungan terhadap gerakan ini tidak hanya datang dari warga Kabupaten Bogor. Antusiasme juga terlihat dari masyarakat di sejumlah daerah yang melintas di titik-titik penggalangan petisi.
Di kawasan Pasar Cikema, misalnya, sejumlah warga turut berpartisipasi dengan membubuhkan tanda tangan dalam petisi tersebut.
Menurut Bogor Bersatu, hal itu menunjukkan bahwa isu pemberantasan korupsi mendapat perhatian luas dari masyarakat.
“Angka 300 ribu dalam dua hari adalah bukti nyata. Rakyat tidak diam. Rakyat tidak buta. Rakyat sudah muak,” ujar perwakilan Gerakan Bogor Bersatu.
Gerakan tersebut, lanjutnya, lahir dari keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan tata kelola pemerintahan, termasuk dugaan penyimpangan, lemahnya pengawasan, serta sejumlah kasus yang tengah menjadi perhatian publik.
Bogor Bersatu menegaskan, pengumpulan tanda tangan bukan sekadar aksi simbolis, tetapi dimaksudkan sebagai bentuk aspirasi masyarakat untuk mendorong pemerintahan yang lebih bersih, transparan, dan akuntabel.
Penggalangan petisi masih terus berlangsung hingga mencapai target satu juta tanda tangan.
Setelah target terpenuhi, tanda tangan tersebut rencananya akan diserahkan kepada pihak berwenang dan DPRD Kabupaten Bogor sebagai bentuk mandat dan aspirasi masyarakat untuk mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan.
Gerakan ini juga mengajak masyarakat untuk terus mengawal penggunaan anggaran dan penyelenggaraan pemerintahan agar berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.