Kasus Covid-19 di Bangkalan Meningkat, Satgas Penanganan Covid-19 Jatim Gelar Rakor.

Foto : Wabup Bangkalan, Mohni (kiri), Kadinkes Jatim, Herlin Ferliana dan Danrem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo.
154
ad

MEMOonline.co.id, Bangkalan- Kasus Covid-19 di Bangkalan meningkat sejak 2 minggu setelah lebaran. Hal ini membuat Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jatim melakukan rapat koordinasi untuk mengatasi lonjakan kasus tersebut bersama Satgas penanganan Covid-19 Bangkalan.

Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Bangkalan, Mohni mengaku turut prihatin dengan adanya lonjakan kasus yang signifikan tersebut. Ia berharap, daei rakor tersebut diperoleh solusi untuk menekan kasus Covid-19 di Bangkalan terutama pada angka kematian.

"Ya betul, angka terinfeksi Covid-19 di Bangkalan makin naik secara signifikan. Terlebih setelah lebaran," ujarnya, Minggu (6/6/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Herlina Ferliana mengatakan terdapat beberapa hal yang bisa diterapkan untuk mengantisipasi hal itu. Salah satunya dengan pengobatan yang cepat dan benar.

"Selain pengobatan, juga harus disediakan kamar tidur untuk pelayanan pasien. Sehingga, setiap pasien yang sudah terkonfirmasi dapat segera ditangani," ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga mengusulkan adanya rumah sakit darurat akan memfokuskan penanganan Covid-19 agar tidak meluas.

"Jadi kalau punya RS darurat khusus penanganan Covid-19 nanti untuk perawatannya juga fokus dan juga meminimalisir tingkat penularan dan menekan angka kematian," jelasnya.

Selain itu, rencana itu perlu disusun secara matang agar penanganan di tempat itu maksimal. Tak hanya itu, jika nantinya rumah sakit darurat itu berhasil dibentuk, juga harus diimbangi oleh kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri.

"Penyuluhan juga harus terus dilakukan, supaya masyarakat datang faskes bisa segera ditangani, bukan malah kondisi sudah parah baru ke rumah sakit," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Nunuk Kristiani menyetujui usulan itu. Ia juga mengaku membutuhkan banyaj masukan dari banyak pihak agar kasus Covid-19 di Bangkalan tidak semakin meluas.

"Kami manut saran-sarannya, yang penting keselamatan pasien adalah tujuan kami bersama," tandasnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Sudiyo menyampaikan terdapat kematian sebanyak 34 orang akibat Covid-19 selama dua minggu terakhir. Angka ini merupakan angka paling tinggi sehingga perlu adanya penanganan yang cepat.

"Dari pemprov juga sudah bergerak untuk mobil swab melakukan tes swab ke kecamatan Arosbaya karena kasus disana paling tinggi," jelasnya.

Selain itu, ia menyebut terdapat penambahan kasus positif sebanyak 169 dalam minggu ini. Jumlah itu cukup tinggi dibandingkan sebelum lebaran hanya berkisar belasan pasien.

"Jumlah itu belum ketambahan kasus hari ini sebanyak 28 pasien," imbuhnya.

Ia mengimbau agar seluruh masyarakat dapat lebih waspada dan segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala. Selain itu, penerapan protokol kesehatan harus diperketat.

Penulis: Julian

Editor: Udiens

Publisher: Lina

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Lumajang - Satresnarkoba Polres Lumajang terus berupaya maksimal memangkas peredaran sabu di...

MEMOonline.co.id, Kota Batu - Guna meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19, juga untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme...

MEMOonline.co.id, Sampang - Forum Gardu Demokrasi (FGD) Kabupaten Sampang menyoroti hakim dan jaksa satu kota (Yurisdiksi), yaitu sama - sama...

MEMOonline.co.id, Bekasi - Kabupaten Bekasi sebagai salah satu daerah penyumbang angka kasus tertinggi harian Covid-19 di Provinsi Jawa Barat memang...

MEMOonline.co.id, Bekasi - Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi berhasil meraih penghargaan Reformasi Birokrasi...

Komentar