Kabar Gembira ! Sejumlah Tempat Wisata di Sumenep Mulai Hari Ini 'Dibuka'

Foto: Perugas bersiaga disalah satu distinasi wisata
559
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, membuka kembali sejumlah tempat wisata yang ada pada H+1 lebaran Idul Fitri 1442 H/2021 M, mendapat respon positif para pelaku wisata didaerah paling timur pulau Madura.

Bahkan, para pengelola wisata di Sumenep, jauh jauh hari sudah mempersiapkan sejumlah fasilitas yang dibutuhkan. Tak terkecuali mempercantik distinasinya, agar para pengunjung tertarik dan betah berada tempat wisata nya.

Tidak hanya itu, para pengelola wisata juga mempersiapkan Protokol kesehatan selengkap dan seketat mungkin.

Hal itu dilakukan sebagai upaya melindungi para pengunjung dari corona, yang selama ini masih menjadi momok bagi masyarakat.

Fadel, salah satu pengelola tempat wisata pantai e-kashogi di Sumenep menyampaikan jika pihaknya sudah mulai membuka distinasi wisata yang ia kelola.

"Sambil menunggu surat rekomendasi dari tim satgas covid Sumenep, tempat wisata kita buka mas, silahkan para wisatawan mengunjungi lokasi wisata kita, prokes covid sudah kita siapkan demi memberi rasa aman bagi pengunjung yang berekreasi di tempat wisata kami," terangnya.

Begitu pula disampaikan oleh Zuhudi, pemilik Destinasi wisata Bukit Pasir di daerah pantai salopeng yang baru saja diresmikan oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi, mengaku sudah mempersiapkan segala sesuatunya menyambut para pengunjung.

"Kita sudah mempersiapkan segalanya, Eantosa taretan sadheje e Wisata Bukit Pasir Slopeng untuk menikmati wahana wahana baru kami seperti Berkuda, Sandboarding, ATV danPermainan Air di wisata bukit pasir, disini kita juga sudah memperketat prokes covid," papar Zuhudi.

Sementara Freddy, pemilik tempat wisata Taman Tectona juga mengaku sudah melengkapi dan memperketat prokes covid.

Sebab menurutnya hal itu amat dibutuhkan dan perlu diutamakan. Mengatur jarak masuknya pengunjung agar tidak melebihi 50% dari kapasitas tempat wisata, agar tidak terjadi kerumunan.

"Silahkan datang. Kami akan menjamin keamanan dan kenyaman para pengunjung wisata kami," tambahnya.

Lalu bagaimana dengan berita yang beredar dan dilansir sebagian media yang memberitakan bahwa Achmad Fauzi, Bupati Kabupaten Sumenep mengatakan bahwa setelah dilakukan assessment pada tempat wisata oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Sumenep, masih banyak ditemukan objek wisata yang ada di Sumenep tidak memenuhi syarat untuk dibuka sehingga perlu dilakukan pembenahan dari segi kesiapan protokol kesehatan.

Anwar, Ketua Generasi Pesona Indonesia (GENPI) Madura, komunitas relawan yang cinta Pariwisata asuhan kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini menyampaikan statementnya ;

"Sampai saat ini, setelah kita konfirmasi ke para pengelola destinasi wisata yang ada di Sumenep, semua mengaku belum mendapatkan surat resmi terkait hasil assessment dari tim satgas covid Sumenep yang sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya. Saya yakin mereka sudah sangat siap dengan prokesnya bahkan dari komunitas kita sudah bergerak jauh jauh hari sudah mensosialisasikan tentang prokes ini ke para pengelola wisata di Sumenep. Mungkin yang di persoalkan oleh Bupati Sumenep adalah tempat wisata plat merah, Pantai Salopeng dan Pantai Lombang yang memang sampai saat ini emang tidak di buka oleh pemerintah daerah karena pengelolanya memang dari Dinas Pariwisata Sumenep bukan swasta," terangnya.

Para pengelola wisata di Sumenep di temui media ini usai rapat koordinasi rutin antar pengelola wisata di Cafe Tabularasa (15/05), Menyampaikan harapannya ke pemerintah kabupaten sumenep khususnya kepada Bupati Sumenep,

Kita berharap kebijakan dari bapak bupati untuk mengayomi para pelaku pariwisata di Sumenep karena tidak bisa dipungkiri, Sektor Pariwisata ini juga menggerakan roda perekonomian daerah lebih lebih disaat pandemi covid seperti sekarang, banyak UMKM disekitar tempat wisata yang ikut terkerek omset nya saat ramai pengunjung, jelas ini sangat membantu perekonomian mereka yang sudah setahun lebih dalam kondisi ekonomi nya memprihatinkan.

Penulis: Satrio

Editor: Udiens

Publisher: Dafa

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Lumajang - 'ISY' (31) nama inisial seorang pria asal Desa Wonosari Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang, ditangkap Tim Tim Resmob...

MEMOonline.co.id, Bandung - Dengan skor berakhir 1-0, akhirnya Madura United belum menambah poin setelah dikandaskan Bhayangkara FC dalam laga pekan...

MEMOonline.co.id, Malang - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Perkumpulan Media Online Indonesia ( MOI ) ke-3, kali ini MOI Malang Raya turut...

p>MEMOonline.co.id, Probolinggo– Sebanyak 40 orang pengurus dan pengawas koperasi berbasis perempuan dari 20 koperasi di Kabupaten Probolinggo...

MEMOonline.co.id, Probolinggo -- Tampil dengan seragam kebanggaan warna putih kombinasi merah, wadah wartawan Kabupaten/ Kota Probolinggo kumpul...

Komentar