'Ngopeni En Mainan Konah', Disdik Sumenep Sukses Selenggarakan Festival Tan Pangantanan Dhe' Nondhe' Ni' Nang 2024

Foto: Calendar of Event Sumenep 2024 ; Festival Tan Pangantanan Dhe' Nondhe' Ni' Nang, Sabtu. (25/05/2024), Jenjang TK dan SD.
1091
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep- Melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, kembali menggelar Festival Tan Pangantanan 2024 bertema "Ngopeni En Mainan Konah" Sabtu, (25 Mei 2024).

Festival yang menjadi bagian dari 'Calender of Event Sumenep 2024' ini diikuti puluhan kontingen atau perwakilan mulai tingkat TK (Taman Kanak-kanak) dan SD (Sekolah Dasar) dari sekolah yang ada di kecamatan daratan Kabupaten Sumenep.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumenep, Agus Dwi Saputra mengatakan, salah satu tujuan dari digelarnya Festival Tan Pangantanan Dhe' Nondhe' Ni' Nang tersebut adalah untuk melestarikan dan meningkatkan rasa cinta terhadap budaya tradisional Indonesia khususnya budaya tradisional di Kabupaten Sumenep.

"Kontingen ini berasal dari kecamatan wilayah daratan dengan total perwakilan dari 20 kecamatan terdiri dari jenjang TK sebanyak 25 kontingen dan jenjang SD sebanyak 18 kontingen. Total pesertanya sebanyak 43 kontingen," ucap Kadisdik Sumenep, Agus Dwi Saputra.

Tak dapat dielakkan bahwa generasi saat ini seperti lebih mengagumi hiburan bernuansa modern atau kebarat-baratan. Sehingga, melalui langkah nyata ini, Pemkab Sumenep melalui Festival Tan Pangantanan 2024, merasa perlu menghidupkan kegiatan-kegiatan berbau lokal agar pada generasi di masa mendatang lebih akrab dan menghargai warisan leluhur termasuk kebudayaan yang ada di daerah Kabupaten Sumenep.

Kemudian kata Agus, sapaan akrab Kadisdik Sumenep itu juga mengatakan bahwasanya tujuan dari dilaksanakannya Festival Tan Pangantanan Dhe' Nondhe' Ni' Nang tingkat TK dan SD ini adalah untuk meningkatkan program pariwisata yang nantinya juga diharapkan diharapkan dapat berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat di Kabupaten Sumenep.

Sementara itu, hal serupa juga dikatakan oleh Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah yang membuka Festival Tan Pangantanan dalam sambutannya mengatakan, warisan leluhur Tan Pangantanan Dhe' Nondhe' Ni' Nang ini mempunyai 3 nilai penting yang perlu dijadikan pelajaran.

"Pertama mengajarkan unsur pendidikan kepada anak-anak, kemudian yang kedua kerukunan dan yang ketiga adalah keteladanan, "kata Wabup Sumenep, Nyai Eva.

Sebagai tambahan informasi, Festival Tan Pangantanan yang dilaksanakan oleh Pemkab Sumenep melalui Disdik Sumenep ini juga melibatkan Komunitas Peduli Pendidikan Kabupaten Sumenep sebagai pelaksana teknis di lapangan.

Penulis     :   Elok Andriani

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id- Khayalan untuk ikut perayaan 17 Agustus 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN) pun sempat membersit di ujung harapan dalam kondisi...

MEMOonline.co.id, Surabaya- Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menjadi sorotan usai mengeluarkan fatwa yang menimbulkan kontroversi. Dalam...

MEMOonline.co.id, Malang- Pengasuh Pesantren Luhur Malang, Moh. Danial Farafish, S.H., S.Hum., M.Ag., atau akrab disapa Gus Danial ikut meramaikan...

MEMOonline.co.id, Lumajang- Sekolah Menengah Pertama Negeri 01 Sukodono Lumajang (SKODSA) menggelar haflah akhirussanah atau perayaan akhir tahun...

MEMOonline.co.id, Lumajang- Banyak kepala desa yang keluar saat prosesi serah terima SK perpanjangan masa jabatan, ternyata membuat Pj. Bupati...

Komentar