Demi Lestarikan Budaya Leluhur, Pemkab Sumenep Gelar Festival Ketupat di Pantai Lombang

Foto: Wakil Bupati Sumenep, Hj. Dewi Khalifah saat memberi sambutan menggunakan pakaian adat marlena
224
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep- Selain menggelar Festival Layangan LED 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) juga menggelar Festival Ketupat 2024.

Hal itu dilakukan dalam rangka merawat tradisi leluhur yang sudah melekat di kehidupan masyarakat ujung timur pulau Madura, tepatnya setiap hari ketujuh usai lebaran Idul Fitri.

Bagi warga Kabupaten Sumenep Madura menyediakan menu utama menggunakan ketupat adalah hal wajib dilakukan saat lebaran ketupat.

Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten Sumenep menyelenggaran Festival Ketupat, yang juga menjadi bagian dari Kalender Even 2024 di Kabupaten Sumenep.

Festival Ketupat 2024 dilaksanakan di Pantai Lombang, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Selasa (16/04/2024) pukul 07.30 Wib.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Wakil Bupati Sumenep, Hj. Dewi Khalifah mengatakan, Festival Ketupat 2024 bertujuan untuk rangka menjaga, merawat, melestarikan tradisi ketupat yang ada di Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep.

“Festival ketupat 2024 ini juga masih dalam rangkaian Sumenep Calender of Event sekaligus melestarikan tradisi dan budaya ketupat yang ada di Kabupaten Sumenep,” kata Wabup Sumenep, Nyai Eva.

Menurutnya, selain melestarikan dan merawat tradisi "kupatan", kegiatan festival ketupat ini juga mempromosikan wisata Pantai Lombang di Bumi Sumekar kepada wisatawan lokal bahkan mancanegara.

“Selain itu, Festival Ketupat 2024 ini juga meningkatkan dan mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) warga di sekitar, khususnya masyarakat Desa Lombang Kecamatan Batang-Batang,” pungkasnya.

Kemudian, pada kesempatan yang sama, Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan mengatakan, Festival Ketupat 2024 dilaksanakan dengan tujuan agar dapat memberikan hiburan kepada warga Kabupaten Sumenep, seperti warga sekitar, diaspora dan masyarakat umum.

"Yang mudik ke kampung halaman serta para wisatawan juga dapat menikmati perayaan festival yang digelar ini," ucap Kepala Disbudparpora Moh. Iksan.

Lebih dari itu, melalui terselenggaranya Festival Ketupat 2024 juga untuk mendongkrak peningkatan pendapatan pelaku UMKM serta target pendapatan asli daerah (PAD) selama lebaran.

"Pastinya Festival Ketupat ini juga dalam rangka menyemarakkan kalender even 2024 Kabupaten Sumenep. Tadi malam digelar Festival Layangan LED dan pagi ini dilanjut dengan Festival Ketupat," lanjut Moh. Iksan.

Lebih unik lagi, para peserta yang mengikuti festival ketupat menggunakan pakaian adat Madura, yakni kaum lelaki menggunakan baju Sakera dan untuk perempuan menggunakan baju adat Marlena.

Festival Ketupat ini diikuti oleh 54 peserta dari jajaran OPD, Camat, BUMD yang menggunakan busana adat Madura.

Sementara itu, semarak Festival Ketupat 2024 juga dihiasi berbagai macam hiburan lain mulai dari seni budaya kolosal, Sanggar Gayatri, lomba menganyam kulit ketupat, tradisi ketoprak losbar, dan lainnya.

Penulis     :   Elok Andriani

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep- Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 telah dimulai. Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Abdul Hamid Ali...

MEMOonline.co.id. Sampang - Gabungan jurnalis di Sampang Madura Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa ke kantor DPRD setempat, Senin...

MEMOonline.co.id, Sumenep- Maraknya kasus pencabulan anak dibawah umur yang terjadi di dunia Pendidikan di Kabupaten Sumenep akhir - akhir ini,...

MEMOonline.co.id, Jakarta- Al-Fath Giswi Fatullah atau biasa di kenal Al-Fath adalah seorang pegawai Bank BJB Kebayoran Baru. Selain itu ia aktif...

MEMOonline.co.id, Lumajang- Satlantas Polres Lumajang kembali melakukan penindakan tegas berupa tilang terhadap sejumlah truk yang melebihi muatan...

Komentar