Bupati Pamekasan Promosikan Sarung Produk Pamekasan saat Hadiri Haul Akbar yang Digelar MWCNU Kecamatan Tlanakan

Foto : Pemerintah Kabupaten Pamekasan.
1914
ad

MEMOonline.co.id. Pamekasan - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menghadiri pengajian akbar, haul masyayikh dan tokoh NU yang digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tlanakan, Rabu (14/9/2022) malam.

Saat menghadiri acara tersebut, Badrut Tamam tampak mengenakan sarung asli produk lokal Kabupaten Pamekasan.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menjelaskan, kalau Pamekasan dibawah kepemimpinannya saat ini tengah menggodok program andalannya yaitu WUB.

"Sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui Program Wirausaha Baru (WUB) dengan strategi desa tematik. Pemkab Pamekasan memberikan pelatihan usaha gratis, bantuan alat produksi, bantuan modal dengan bunga nol persen, hingga fasilitasi pemasarannya", ujar Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat memberikan sambutan.

Selain itu, Bupati Pamekasan sapaan akrabnya mas Tamam juga mengajak warga cabang NU Kecamatan Tlanakan untuk mendukung serta mendorong pertumbuhan produk lokal yang telah ia gagas melalui program WUB tersebut.

"Karena sudah terbukti kalau Pamekasan bisa produksi sarung, ayo ranting NU, muslimat, fatayat, IPNU ayo kita dorong makmur ekonominya, khusyu' ibadahnya untuk bisa melaksanakan warisan leluhur. Pemkab siap menfasilitasi ekonomi bergerak dari bawah, makmur, merata berkeadilan berdasarkan nilai-nilai agama," lanjutnya.

Acara yang bertempat di halaman kantor MWCNU Tlanakan itu juga turut dihadiri ribuan jama'ah.

Orang nomor satu di Pamekasan ini menambahkan, perjuangan ulama dan NU dalam memerdekakan Indonesia penuh dengan pertumpahan darah, mempertaruhkan harta dan nyawa demi tegaknya NKRI. Sehingga, para penerus perjuangan itu harus bisa menjaganya dengan baik, tidak mudah diobok-obok oleh ideologi lain.

"Jika dulu pra kemerdekaan menjalankan amalan agama antara hidup dan mati, kita sekarang menikmati kemerdekaan ini bukan antara hidup dan mati, tetapi antara sungguh-sungguh berjuang atau tidak," tegasnya.

Menurutnya, kesungguhan dalam perjuangan bisa dilihat dari cara menjalankan perjuangan tersebut. Perjuangan membutuhkan ketulusan hati dengan berpondasikan mengabdi kepada agama, bangsa dan negara.

"Kalau hati kita lurus dalam perjuangan dan pengabdian, insyaallah perjuangan kita, silaturrahim kita, gagasan kita, dan langkah kita akan lurus. Karena perjuangan dulu antara hidup dan mati, maka perjuangan sekarang antara serius dan tidak serius," ungkapnya.

Pihaknya menyampaikan selamat atas pelaksanaan pengajian akbar, haul masyayikh dan tokoh Nahdlatul Ulama menyongsong satu abad perjalanan NU berkontribusi, menjadi perekat keagamaan, kebangsaan, dan kenegaraan.

"Tidak ada yang lebih terhormat antara pengurus cabang, pengurus MWC, pengurus banom dan lain-lain, semuanya terhormat sesuai dengan perannya masing-masing. Yang tidak jadi pengurus pun terhormat, ayo berjuang, bergandengan tangan menjaga amaliyah diniyah, annahdliyah ini," pungkasnya.

Penulis      :    Wildan

Editor        :   Udiens

Publisher  :   Satrio Pininggit

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Batu melantik 33 pengurus Pimpinan Anak Cabang se-Kota Batu, pada Minggu...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Satreskrim Polres Lumajang Jawa Timur, berhasil mengungkap aksi pencurian motor milik warga Candipuro di teras IGD...

MEMOonline.co.id. Jember- Warga Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, dibuat heboh setelah sebuah motor diduga dicuri. Tanpa...

Komentar