MEMO Online › Pemerintahan

Tumpakselo Eksis dan Berkembang, Salip Wisata Lama Lumajang Selokambang

Kamis, 20 November 2025 15:16 WIB

Foto : Reza Hadi Kurniawan, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang (kiri) dengan Sumarli Kepala Desa Petahunan, berpose tangan tanda Lumajang
Foto : Reza Hadi Kurniawan, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang (kiri) dengan Sumarli Kepala Desa Petahunan, berpose tangan tanda Lumajang
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Lumajang- Wisata Tumpak Selo Desa Petahunan Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang, terbukti eksis dan berkembang, bahkan tercatat salip wisata lama Kabupaten Lumajang.

Hal itu diungkapkan Reza Hadi Kurniawan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang bersama anggotanya, saat melakukan kunjungan kerja ke wisata Tumpak Selo, Kamis (20/11/2025).

Ungkapan Reza itu bukan tak berdasar. Dia mendasari deteksi yang diperolehnya dari BPRD (Badan Pajak dan Retribusi Daerah).

"Kemarin kita mendapatkan data, wisata Tumpak Selo ini lebih banyak pengunjungnya dibandingkan dengan wisata Selokambang. Itu dihitung dari berapa banyaknya parkir. Di tahun 2024, terhitung 200 ribu kendaraan parkir yang notabenenya wisatawan berkunjung, terdeteksi melalui BPRD. Sementara Selokambang, terhitung masih jauh dibawahnya," ungkap Reza.

Mendasari Desa Petahunan masuk kategori desa yang bisa menyumbang pendapatan ke daerah, melalui retribusi parkir. Reza berharap, selanjutnya bisa mendapatkan bagi hasil, melalui formulasi alokasi dana desa.

"Jadi tidak lagi beracuan pada letak geografis, jumlah penduduk. Jadi artinya ada bentuk apresiasi bagi desa yang punya kontribusi pendapatan ke pemerintah daerah. Ini sedang kita diskusikan ke pemerintah daerah," imbuhnya.

Menurut Reza, kondisi itu merupakan wujud kerja nyata yang dilakukan oleh kepala desa dan para pengurus Bumdes, yang berhasil memberdayakan masyarakat.

"Pak Kades juga mengimplementasikan bagaimana masyarakat bisa diberdayakan di sini. Ada belasan UMKM yang terdiri dari kelembagaan desa. Tidak diberlakukan sewa, bahkan dagangannya diberdayakan dari produk masyarakat sekitar. Dan belanja bahan dagangan, dari warga setempat," imbuhnya.

Disisi lain, pria politisi partai Golkar itu berharap, diwaktu ke depan wisata Tumpak Selo terus konsisten.

"Sudah banyak kita ketahui, wisata desa yang sempat viral kemudian mati suri. Terhitung sejak tahun 2021 wisata tumpak Selo ini eksis dan makin berkembang. Bisa dilihat parkirnya tambah luas ada green house dan macam-macam," tukasnya.

Diwaktu yang sama, Sumarli Kepala Desa Petahunan, merespon baik kunjungan Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang. Menurutnya secara menjadi motivasi.

"Kami disini menerapkan konsep penyesuaian. Jadi kami elastis, artinya kita berkerja bersama dan saling memegang komitmen, tidak harus kepala desa yang di depan. Jadi semua unsur, saling menguatkan dan bebas mengekspresikan pola pikirnya, demi perkembangan desa," ucap Kades Sumarli.

Berita lain di Pemerintahan