MEMO Online › Pemerintahan

‎Proyek Aliran DAM Doro Legi Mojosari Berjalan dalam 'Gelapnya' Informasi: Dua Kali Ditelusuri Lokasi Sepi, Belum Ada Penjelasan UPT

Selasa, 03 November 2026 17:34 WIB · 8 kali dibaca

Foto : Lokasi proyektor terpantau. (doc.memoonline)
Foto : Lokasi proyektor terpantau. (doc.memoonline)
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Pelaksanaan proyek aliran DAM Doro Legi di Desa Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, makin menuai kecurigaan publik.

Pasalnya, meski material batu kerikil, alat berat dan mesin molen sudah terparkir di lokasi, dua kali penelusuran awak media pada Senin (2/11/2026) dan hari sebelumnya, tidak menemukan pekerja yang sedang beraktivitas.

‎Yang semakin menggelapkan situasi, awak media tidak menjumpai papan informasi proyek yang seharusnya memuat nama pelaksana, sumber anggaran, nilai kontrak, jadwal pelaksanaan, serta nomor kontak penanggung jawab. Tanpa papan tersebut, masyarakat sulit mengetahui apakah proyek memang sedang dalam tahap persiapan, terhenti, atau justru berjalan di balik layar.

‎Sa’in Junari, warga setempat yang ditemui awak media, mengaku hanya bisa berspekulasi.

‎"Ada kadang pak, dak tau kalau pas lagi dak ada ini mungkin lagi libur. Mungkin ya waktunya dibagi atau dijedah saat buka DAM yang mengalir ke sawah," ucapnya.

‎Awak media telah menghubungi Ir. Prabowo, S.T., M.T., Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bondoyudo Baru Lumajang melalui pesan WhatsApp guna meminta klarifikasi terkait status proyek, jadwal kerja, nama pelaksana serta alasan lokasi sepi. Namun hingga berita ini diturunkan, pejabat tersebut belum merespon.

Ketiadaan kehadiran pekerja dalam dua kunjungan beruntun ditambah bungkamnya pihak UPT memicu dugaan bahwa proyek ini seolah‑olah ingin menjauh dari pantauan publik. Padahal proyek sumber daya air yang dibiayai dana publik seharusnya terbuka. Papan informasi bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari akuntabilitas agar masyarakat tahu siapa yang mengerjakan, kapan selesai, dan di mana tanggung jawab berada.

‎Warga serta awak media mendesak UPT PSDA Wilayah Sungai Bondoyudo Baru, Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, serta Inspektorat untuk segera turun melakukan verifikasi. Yang perlu diklarifikasi antara lain apakah proyek masih sesuai jadwal kontrak, siapa pelaksana resmi, mengapa papan informasi belum terpasang, mengapa lokasi berulang kali sepi, serta apakah ada alasan teknis yang menyebabkan pekerjaan terhenti.

‎Media juga mendesak Ir. Prabowo segera merespon pertanyaan awak media. Karena semakin lama bungkam, semakin kuat kecurigaan bahwa proyek yang seharusnya memberi manfaat bagi aliran DAM dan pertanian justru berjalan dalam kegelapan informasi.

‎Publik terus memantau perkembangan proyek DAM Doro Legi dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang.(Mas Her)

Berita lain di Pemerintahan