MEMO Online › Pemerintahan

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Segera Buka Program Baru di Bidang Kesehatan, Namanya 'Poli Nyeri'

Jumat, 16 Juni 2023 00:10 WIB · 0 kali dibaca

Foto: Arman Endika Putra, Kabid Humas RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep
Foto: Arman Endika Putra, Kabid Humas RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Sumenep - Tak hanya menyediakan Wahana Internship Dokter Baru di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, juga memiliki terobosan baru yang diberi nama "Poli Nyeri".

Hal itu dilakukan untuk menjaring calon dokter sebelum melakukan pekerjaan secara mandiri, baik di Rumah Sakit (RS) atau di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, melalui Kepala Bidang (Kabid) Humas RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Arman Endika Putra mengatakan, saat ini secara sistem sudah siap dalam menyediakan layanan pengobatan untuk jenis nyeri.

Akan tetapi, masih ada beberapa hal lain yang masih butuh persiapan lebih matang agar dapat maksimal sebelum diresmikan.

"Kalau peralatan sudah ada, ketenagaan juga sudah ada. Cuma ketika pelayanan kan perlu kebijakan-kebijakan lain terkait dengan tarif dan sebagainya," kata Kabid Humas RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Arman Endika Putra, Rabu, (14/06/2023).

Layanan Poli Nyeri ini merupakan layanan pertama yang ada di RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Menurutnya, setelah nantinya diresmikan maka akan berkaitan dengan pasien ketika dalam menjalani perawatan, baik rawat inap maupun rawat jalan.

Mengingat, adanya Poli Nyeri tersebut untuk meringankan rasa nyeri yang dialami pasien, otomatis pihak RSUD Sumenep masih dalam tahap pengkajian lebih intens.

"Secara derajat dan teori nyeri ini sifatnya subjektif dan ketika subjektif maka kita perlu tolak ukur yang harus disaring," lanjutnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengatakan jika nyeri akan dirasakan oleh banyak orang, namun tolak ukur rasa nyeri yang dirasakan itu tidak ada yang sama antara satu orang dengan lainnnya.

Sehingga, segala persiapan benar-benar dimaksimalkan agar tidak ada komplain dan pertanyaan tentang pelayanan yang nantinya disediakan oleh RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep kepada pasien.

“Ketika saya melakukan intervensi ini akan dihargai berapa. Contoh ketika dimasukan jarum 1 (satu) mili ke pasien ini bisa sakit atau bahkan tidak sakit tapi ke pasien satunya sakit, karena Nyeri itu tidak semua sama.

Jadi nanti kita tentukan bagaimana untuk menghargai atau menilai ini sebegai objektif dari sisi pelayanan” pungkasnya.

Berita lain di Pemerintahan