Mudik Gratis 2026 Resmi Dibuka! Bupati Fauzi Fasilitasi Perantau Sumenep Pulang Kampung Tanpa Biaya
MEMOonline.co.id. Sumenep- Kabar gembira bagi warga perantauan asal Sumenep.
Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menggelar program Mudik Gratis 2026 untuk memfasilitasi masyarakat pulang kampung dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta.
Program tahunan ini diprioritaskan bagi perantau yang berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Langkah tersebut diambil untuk meringankan beban biaya transportasi yang kerap melonjak menjelang Lebaran.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa mudik gratis bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat perantauan.
“Program ini adalah bentuk perhatian kami kepada warga Sumenep di tanah rantau agar tetap bisa berkumpul dengan keluarga tanpa terbebani ongkos perjalanan,” tegasnya.
Menurutnya, momentum Idul Fitri merupakan saat yang sangat dinanti untuk bersilaturahmi dan mempererat hubungan kekeluargaan.
Ia menambahkan, program tersebut tidak sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan, terutama pada momen penting seperti Lebaran. Mudik adalah kebutuhan sosial dan emosional bagi warga perantauan,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman, nyaman, dan gratis.
Selain membantu meringankan biaya, program ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan emosional antara perantau dan kampung halaman, sekaligus menjaga ikatan sosial warga Sumenep di luar daerah.
Pemkab Sumenep pun memastikan seluruh armada yang disiapkan memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan, sehingga para pemudik dapat menikmati perjalanan dengan tenang hingga tiba di kampung halaman.
Mudik Gratis 2026 diprediksi kembali disambut antusias, mengingat program ini selalu menjadi solusi bagi perantau yang ingin pulang namun terkendala biaya transportasi yang tinggi saat musim Lebaran.