MEMO Online › Sosial & Masyarakat

Gus Khoiron dan Majelis At-Taufiq Bakal Guncang Malam Puncak HSN 2026 di Sumenep, Puluhan Grup Banjari Tak Ketinggalan

Minggu, 25 Oktober 2026 19:08 WIB

Foto: Benner malam puncak Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family dan HSN 2026 di Sumenep
Foto: Benner malam puncak Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family dan HSN 2026 di Sumenep
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Sumenep- Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bakal berlangsung semarak.

DRT Gemar Bershalawat akan menghadirkan Majelis Pemuda Bersholawat At-Taufiq dari Kabupaten Sampang pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026.

Bertempat di Lapangan Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, kegiatan ini diproyeksikan menjadi ajang berkumpulnya masyarakat dan para pecinta shalawat untuk melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Majelis At-Taufiq yang diasuh KH. Muhammad Khoiron Zaini atau akrab disapa Gus Khoiron dijadwalkan memeriahkan malam puncak Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family.

Kehadiran majelis tersebut diharapkan menambah kekhidmatan dan semarak peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.

Ketua Panitia Festival Banjari Al-Habsyi, Imam Mustain R, mengatakan DRT Gemar Bershalawat bukan sekadar hiburan religi, melainkan bagian dari upaya menghidupkan tradisi shalawat dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mencintai shalawat, menjaga tradisi santri, dan mempererat persaudaraan. Kami berharap malam puncak ini menjadi ruang kebersamaan yang membawa keberkahan bagi masyarakat Sumenep,” ujarnya, Minggu (25/10/2026).

Menurutnya, peringatan HSN perlu diisi dengan kegiatan positif yang mampu menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperkuat akhlak, serta membangun kebersamaan lintas kalangan.

Karena itu, rangkaian DRT Gemar Bershalawat juga dirangkai dengan Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family. Festival tersebut mendapat sambutan antusias dari puluhan grup banjari yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.

Imam Mustain R, yang akrab disapa Imam Kachonk, menjelaskan bahwa festival banjari tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk memperebutkan piala dan penghargaan.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat seni Islami, melatih kekompakan, serta memperluas persaudaraan antarkelompok pecinta shalawat.

“Bagi kami, yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kegiatan ini bisa menumbuhkan semangat bershalawat, menjaga adab, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Kami ingin tradisi seni Islami terus tumbuh dan diminati generasi muda,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan meramaikan malam puncak tersebut.

Partisipasi masyarakat diharapkan menjadikan kegiatan ini sebagai momentum mempererat hubungan sosial sekaligus meneguhkan semangat Hari Santri Nasional melalui lantunan shalawat.

“Kami mengundang masyarakat Sumenep dan sekitarnya untuk hadir bersama keluarga pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026.

Mari kita bershalawat bersama Gus Khoiron dan Majelis At-Taufiq, menikmati kebersamaan, serta menjadikan momentum ini sebagai ikhtiar memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, DRT Gemar Bershalawat berharap semangat Hari Santri Nasional 2026 tidak berhenti pada seremoni, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak yang baik, kepedulian sosial, dan persaudaraan yang semakin kuat.

Sebelumnya, puluhan grup banjari dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep telah mengikuti Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family.

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat seni Islami, menumbuhkan kecintaan terhadap shalawat, serta mempererat ukhuwah Islamiyah.(*)

Berita lain di Sosial & Masyarakat